Opa Jappy Official
Opa Jappy Official Jurnalis

Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Video

Video dan Esai "Sunset On High"

22 April 2026   08:32 Diperbarui: 22 April 2026   09:12 188 3 1

Sunset | Pro Life Indonesia
Sunset | Pro Life Indonesia


Me and the fence row
Watching the day go thin
Dust on my boots
And a knot in my grin
Your porch light's gone
But I still see the trace
Of your hand in mine
And the rain on your face

Sunset on High
You and me, goodbye
Sunset on High
I'm still half alive
(Still half alive)
That last red glow
Keeps pulling me low
Sunset on High
Where the leavin' won't die

I drove that road
Till the stars came out
One empty seat
And a low-slung doubt
If I call your name
Will the wind bring you near?
Or just fold it up
And leave me here

Sunset on High
You and me, goodbye
Sunset on High
I'm still half alive
(Still half alive)
That last red glow
Keeps pulling me low
Sunset on High
Where the leavin' won't die

Anti Predator Child Grooming | Opa Jappy 
Anti Predator Child Grooming | Opa Jappy 

Jejak Perpisahan di Bawah Matahari Terbenam


"Sunset On High" narasi melankolis tentang kehilangan, kenangan yang tak kunjung padam, dan pergulatan batin seseorang yang terjebak di antara masa lalu dan kini; bahwa perpisahan meninggalkan luka yang "setengah hidup" (half alive) dalam diri seseorang.

Ia menyaksikan hari yang mulai meredup, debu sepatu bot dan perasaan tidak nyaman; knot in my grin) mencerminkan kelelahan fisik sekaligus emosional. Meski lampu teras telah padam, bayangan masa lalu tetap nyata, sentuhan tangan dan rintik hujan di wajah menjadi kenangan yang terus menghantui.

"Sunset on high," cahaya jingga dari Matahari memiliki kekuatan menarik "ke bawah" atau ke dalam pusaran kesedihan. Namun "still half alive," meskipun masih bernapas, sebagian jiwan telah pergi bersama perpisahan. Kontradiksi yang menyakitkan karena terjebak di tempat "yang hidup takkan mati,"  keabadian sakit yang dirasakan.

Perjalanan melalui jalanan hingga bintang-bintang muncul, hanyalah upaya sia-sia melarikan diri dari kenyataan. "Kursi kosong" di samping adalah tanda ketidakhadiran seseorang. Tapi, "Apakah angin akan membawanya kembali jika memanggil namanya?" Ini juga menunjukkan keputusasaan yang mendalam. Sehingga tetap terombang-ambing, antara keinginan bertemu kembali atau dibiarkan saja dalam kesendirian yang pahit. "Sunset On High" bukan sekadar perpisahan biasa, melainkan kenangan terhadap yang telah pergi.

Matahari Terbenam, bukan lagi keindahan, tapi pengingat pada sesuatu yang telah hilang; sambil  meninggalkan, mungkin Anda atau  Saya, dengan kondisi "setengah hidup" di bawah langit yang luas namun hampa.

Opa Jappy | Pro Life Indonesia