Ade MK
Ade MK Freelancer

Saya adalah pribadi yang memiliki ketertarikan kuat pada dunia jurnalistik, komunikasi, dan isu-isu yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Pengalaman sebagai reporter membentuk saya menjadi seseorang yang terbiasa bekerja cepat, menggali informasi secara mendalam, melakukan verifikasi, serta menyampaikan informasi kepada publik secara akurat dan bertanggung jawab. Saya juga memiliki kemampuan beradaptasi dengan situasi dan tuntutan pekerjaan yang dinamis. Bagi saya, pekerjaan bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, tetapi juga tentang memberikan manfaat melalui apa yang saya kerjakan. Karena itu, saya selalu berusaha menjadikan pengalaman, kemampuan komunikasi, dan pengetahuan yang saya miliki sebagai bekal untuk terus berkembang, memberikan kontribusi, dan menghasilkan pekerjaan yang memiliki nilai bagi masyarakat.

Selanjutnya

Tutup

Video

Pasar Mobil Diesel Bekas Tetap Punya Loyalis di Tengah Lonjakan Harga BBM

25 Oktober 2026   16:17 Diperbarui: 25 Oktober 2026   16:17 122 0 0

(Foto: Wakil Ketua IPMJ sekaligus pemilik Garasi 91, Ferdian Kusuma Putra/Sumber: Garasi 91)
(Foto: Wakil Ketua IPMJ sekaligus pemilik Garasi 91, Ferdian Kusuma Putra/Sumber: Garasi 91)

JAKARTA - Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis diesel tidak lantas melunturkan pesona mobil diesel bekas di Tanah Air. Meski biaya operasional menjadi perhatian utama, sebagian konsumen masih setia memilih kendaraan bermesin diesel karena karakter performa dan fungsionalitasnya yang sulit tergantikan.

Wakil Ketua Ikatan Pedagang Mobil Jakarta (IPMJ) sekaligus pemilik Garasi 91, Ferdian Kusuma Putra, mengatakan segmen pasar mobil diesel bekas relatif stabil. Konsumen loyal umumnya melihat kendaraan tidak sebatas dari fluktuasi harga BBM, melainkan dari efisiensi jangka panjang dan kecocokan penggunaan.

"Mobil diesel bekas masih punya pasar tersendiri. Ada konsumen yang memang sudah cocok dengan karakter mesin diesel, baik dari sisi tenaga, torsi, maupun penggunaannya untuk kebutuhan tertentu. Jadi, kenaikan harga BBM menjadi pertimbangan, tetapi bukan satu-satunya faktor dalam keputusan pembelian," kata Ferdian dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/10/2026).

Menurutnya, torsi berlimpah pada putaran bawah menjadi alasan utama mengapa unit diesel bekas tetap dicari untuk kebutuhan perjalanan jarak jauh, armada usaha, hingga melintasi medan jalan yang berat. 

Kata Ferdian, pasar mobil bekas memiliki karakter pembeli yang beragam. Sebagian konsumen mengutamakan efisiensi biaya, sementara lainnya mempertimbangkan kebutuhan fungsional, kondisi kendaraan, serta preferensi terhadap jenis mesin tertentu. Karena itu, minat terhadap mobil diesel bekas tidak bisa dinilai hanya berdasarkan perubahan harga BBM.

Kenaikan harga BBM dapat mendorong konsumen untuk lebih selektif dalam menentukan kendaraan. Calon pembeli perlu mempertimbangkan konsumsi BBM berdasarkan penggunaan sehari-hari, biaya perawatan, pajak, serta kondisi mesin dan komponen kendaraan sebelum bertransaksi.

"Pasar mobil bekas selalu bergerak mengikuti kebutuhan dan pertimbangan konsumen. Kenaikan BBM bisa mengubah cara orang menghitung biaya kepemilikan, tetapi tidak otomatis menghapus minat terhadap mobil diesel. Selama ada kebutuhan dan konsumen yang menyukai karakter kendaraan ini, segmennya akan tetap memiliki tempat di pasar," pungkasnya. 

Perspektif serupa disampaikan oleh Kaelani (50), seorang pembeli mobil diesel yang mengaku tak goyah oleh kenaikan harga BBM. "Saya memang suka mobil diesel. Tarikannya terasa cocok untuk kebutuhan saya, dan saya sudah terbiasa menggunakannya. Harga BBM tentu tetap saya perhitungkan, tetapi selama mobilnya sesuai kebutuhan dan biaya pemakaiannya masih masuk anggaran, saya tetap memilih diesel," ujarnya.

Situasi pasar yang makin selektif ini menuntut efisiensi dari dua sisi. Bagi pedagang, transparansi mengenai kondisi unit, riwayat perawatan, dan estimasi biaya operasional menjadi kunci menjaga kepercayaan konsumen. Sementara bagi calon pembeli, kecermatan dalam mengecek kondisi mesin, perhitungan pajak, serta perencanaan biaya perawatan berkala menjadi prioritas sebelum memutuskan bertransaksi.