Pelarangan mudik oleh pemerintah di tahun kembali membuat keluarga besar tidak bisa kumpul bareng. Suasana keluarga yang dihadiri dari kakek, nenek,anak,menantu, cucu hingga buyut tidak terlihat lagi. Momen yang paling ditunggu setahun sekali ini kini tinggal kenangan dan menanti tahun depan bisa terlaksana lagi itupun jika pandemi sudah terkendali. Dan silaturahmi virtual menjadi menjadi solusi guna melepas rindu dan saling memaafkan antar keluarga besar.

Kali ini Kami sekeluarga menggunakan Zoom untuk silaturahmi virtual . Zoom dipilih karena gratis dan tidak ribet . Meski untuk yang gratis kapasitas dibatasi maksimal 100 orang dan durasi penggunaan 40 menit, hal tersebut tidak terlalu masalah karena peserta yang ada kurang dari 100 orang dan untuk berilaturahmi virtual 40 menit sudah cukup.
Silaturahmi virtual tentu saja mempunyai sensasi yang berbeda dengan silaturahmi secara lngsung. Pada Silautrahmi virtual terasa kedekatan fisik dan emosional relatif kurang. Karena dilakuakan secara bersama-sama kadang obrolan saling bersaut dan kadang tidak nyampung. Yang lebih menjengkelkan ketika sedang ngobrol tiba-tiba jaringan internet lemot, ini semakin komunikasi jadi tidak nyambung. Aoalagi bagi orang tua sudah lanjut yang secara pendengaran dan penglihatan sudah berkurang. Perlu ada pendamping untuk memandu jalannya komunkasi dengan keluarag lain.
Adapun manfaat silaturahmi virtual tentunay juga banyak. Dengan silaturahmi virtual tetap terjaga hubungan silaturahmi. di masa pandemi ini silaturahmi virtual tentu saja sesuai dengan protokol kesehatan untuk menjag jarak. Silaurahmi virtual mengahpus jarak dan waktu selama jaringan internet lancar. Yang jelas sangat menghemat biaya. Meski ajang silaurahmi tidak harus terlalu berpikir berapa biaya yang harus dikeluarkan.
Nah pembaca bagaiaman dengan model silaturahmi lebaran Anda tahun ini. Mudik kah ? atau secara jarak jauh ?!.