Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Kisah Omjay kali ini tentang Sesendok Kasih dari Istri yang selalu setia kepada suaminya. Sebuah kisah nyata sederhana yang mengubah hidup Omjay dari sakit menuju sehat dan kuat.
Ada sebuah momen sederhana dalam hidup Omjay atau Dr. Wijaya Kusumah yang tak pernah Omjay lupakan. Momen itu bukan terjadi di ruang seminar atau saat Omjay berbicara di depan ratusan guru. Justru, momen itu hadir dalam keheningan rumah, saat tubuhnya lemah dan semangatnya hampir padam.
Hari itu, menjelang hari raya idul Fitri. Omjay merasa tidak seperti biasanya. Tangan kanannya tak bisa digerakkan dan tubuhnya lemas, kepala terasa berat, dan pikirannya dipenuhi rasa cemas.
Aktivitas menulis yang biasanya menjadi sumber energi, mendadak terasa hambar. Omjay hanya bisa duduk terdiam, memandangi layar tanpa kata.
Di saat itulah, hadir sosok wanita cantik yang selama ini setia mendampinginya dalam suka dan duka yaitu istri tercinta.
Dia mendampingi Omjay ketika Omjay sakit dan lemah di rumah sakit. Sudah 6 rumah sakit Omjay datangi dan istri selalu setia menemani Omjay.

Dengan langkah pelan, istri menghampiri Omjay sambil membawa sesendok makanan hangat. Bukan makanan mewah, hanya sederhana. Namun di balik kesederhanaan itu, tersimpan cinta yang luar biasa.
"Coba makan dulu, Ayah," ucapnya lembut.
Omjay menatap sendok itu. Ada rasa haru yang sulit dijelaskan. Seolah-olah, bukan hanya makanan yang disodorkan, tetapi juga perhatian, kesabaran, dan doa yang tak pernah putus.