Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Menulis Tanpa Bantuan AI Itu Asyik

3 April 2026   17:43 Diperbarui: 3 April 2026   19:43 108 8 2

Omjay dan istri tercinta/dokpri
Omjay dan istri tercinta/dokpri

Menulis Tanpa Bantuan AI itu Asyik. Kita Kembali ke Hati, dan Kembali ke Jati Diri. Inilah kisah omjay kali ini di kompasiana. Semoga kita tak menggadaikan otak kita kepada ai atau kecerdasan buatan yamg sangat menggoda hati.

https://youtube.com/shorts/nkYn9LDOg1c?si=33erIzLzNlX-SQkw

Di era serba cepat seperti sekarang, menulis terasa semakin mudah. Dengan bantuan kecerdasan buatan (AI), siapa pun bisa menghasilkan tulisan dalam hitungan detik. Kita cukup perintah Chatgpt langsung jadi.

Namun, di balik kemudahan itu, ada satu hal yang perlahan mulai hilang. Apakah itu? Kita kehilangan ruh dalam tulisan. Kita tak lagi sebagai manusia yang tak punya hati.

Menulis tanpa bantuan AI bukan berarti menolak teknologi. Justru, ini adalah upaya untuk kembali menemukan jati diri sebagai penulis sejati. 

Sebab sejatinya, menulis bukan sekadar merangkai kata, tetapi menyalurkan rasa, pengalaman, dan pemikiran yang lahir dari dalam diri. Omjay niatkan untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Bukan untuk mencari uang atau gopay Kompasiana.

Rumah Omjay yang sedang diplester temboknya/dokpri
Rumah Omjay yang sedang diplester temboknya/dokpri

Menulis Itu adalah Proses, Bukan Instan dan itu Omjay lakukan dari mulia eh mulai belajar menulis tahun 2008 di kompasiana. Admin kompasiana mungkin belum ada dan tidak kenal sama Omjay. Hehehe.

Menulis itu seperti membangun sebuah rumah. Kalau pondasi rapuh dan tidak kokoh maka akan meruntuhkan bangunan rumah tersebut. Rumah perlu dipoles agar terlihat indah dipandang mata.

Menulis tanpa AI mengajarkan kita untuk menghargai proses. Kita belajar berpikir, merenung, lalu menuangkannya dalam bentuk kata-kata. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4