Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Nurut Apa Kata Mama Supaya Omjay Kembali Sehat

3 April 2026   07:07 Diperbarui: 3 April 2026   12:39 202 4 2

Nota cek darah Omjay/dokpri
Nota cek darah Omjay/dokpri

Judul kisah Omjay kali ini adalah: Nurut apa Kata Mamah, Omjay Menuai Sehat: Nikmat yang Tak Ternilai Harganya. Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana. Alhamdulillah cek darah semuanya sudah semakin baik. Omjay suka sekali membaca informasinya.

Kepada: Bp/Ibu WIJAYA KUSUMAH,

Terima kasih karena mempercayai kami 🤝.

📆 Date: 2026-04-03 10:43:23
BP1: *128/73* Pulse: *83* 💓
Random Glucose: 190
Total Cholesterol: 112
Triglyceride: 90
HDL: 38
LDL: 56
Uric Acid: 6.6

Tensi darah anda bisa dikontrol dengan istirahat yang cukup, olahraga teratur dan menjaga pola makan.

Salam Sehat
Apotek Alpro, Jatibening

Ada satu nasihat sederhana yang sering kita dengar sejak kecil, namun kerap kita abaikan saat dewasa: "Dengar kata orang tua, itu untuk kebaikanmu." Nasihat itulah yang akhirnya benar-benar dirasakan oleh Omjay, yang memilih untuk menuruti kata mamah---dan hasilnya sungguh luar biasa.

Di tengah kesibukan sebagai guru, penulis, dan pegiat literasi, Omjay hampir saja lupa satu hal penting: menjaga kesehatan diri sendiri. Aktivitas yang padat, jadwal yang tidak kenal waktu, serta pola makan yang kadang tidak teratur, perlahan menjadi kebiasaan yang dianggap "biasa saja". Padahal, tubuh tidak pernah berbohong.

Suatu hari, mamah dengan penuh kasih mengingatkan, "Coba cek kesehatan, Nak. Jangan tunggu sakit." Kalimat itu sederhana, tapi mengandung makna yang dalam. Awalnya, seperti kebanyakan anak, Omjay sempat menunda. Ada saja alasan: sibuk, belum sempat, merasa baik-baik saja.

Namun, karena cinta seorang ibu tak pernah berhenti mengingatkan, akhirnya Omjay pun menurut. Dengan langkah sederhana, beliau memutuskan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lengkap.

Dan hasilnya?

Alhamdulillah... semuanya normal.

Gula darah dalam batas wajar.
Tensi stabil.
Kolesterol terkendali.
Asam urat pun aman.

Sebuah kabar yang mungkin terdengar biasa, tetapi sesungguhnya adalah nikmat luar biasa. Di saat banyak orang harus berjuang melawan berbagai penyakit, Omjay justru mendapatkan kabar baik: tubuhnya masih bersahabat, masih bisa diajak bekerja sama, masih sehat.

Di situlah Omjay benar-benar tersadar...

Sehat itu mahal. Sangat mahal.

Banyak orang baru menyadari pentingnya kesehatan setelah jatuh sakit. Saat tubuh mulai melemah, aktivitas terganggu, bahkan kebahagiaan pun terasa berkurang. Padahal, selama sehat, kita sering lupa bersyukur.

Omjay merasakan betul bagaimana lega dan bahagianya mendengar hasil pemeriksaan tersebut. Bukan sekadar angka normal di kertas medis, tetapi itu adalah tanda bahwa selama ini masih ada penjagaan dari Allah SWT atas tubuh yang diamanahkan.

Dan semua itu berawal dari satu hal: menuruti nasihat mamah.

Ada kebijaksanaan yang sering tersembunyi dalam nasihat orang tua. Mereka mungkin tidak selalu berbicara panjang, tetapi setiap kata yang keluar selalu penuh doa dan pengalaman hidup. Mamah tidak hanya menyuruh cek kesehatan, tetapi sebenarnya sedang mengingatkan pentingnya menjaga diri sebelum terlambat.

Dari pengalaman ini, Omjay mengambil pelajaran berharga:

Pertama, jangan menunggu sakit untuk peduli pada kesehatan. Pemeriksaan rutin bukan tanda kita lemah, tetapi bentuk kecerdasan dalam menjaga diri.

Kedua, dengarkan orang tua. Dalam setiap nasihat mereka, ada cinta yang tulus dan harapan agar kita hidup lebih baik.

Ketiga, syukuri nikmat sehat. Karena saat sehat, kita bisa berkarya, berbagi, mengajar, menulis, dan menginspirasi banyak orang.

Omjay pun kini semakin disiplin menjaga pola hidup. Mulai dari memperhatikan makanan, mengatur waktu istirahat, hingga berusaha tetap aktif bergerak. Semua dilakukan bukan karena takut sakit semata, tetapi karena ingin menjaga amanah tubuh yang diberikan oleh Sang Pencipta.

Ia juga mulai sering mengingatkan teman-temannya, para guru, dan para pembaca setianya:
"Jangan tunggu sakit baru sadar. Sehat itu investasi terbaik dalam hidup."

Betapa banyak orang rela mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk berobat, tetapi lupa bahwa menjaga kesehatan sejak dini justru jauh lebih murah dan mudah.

Hari itu menjadi titik balik kecil dalam hidup Omjay. Sebuah momen sederhana, tetapi penuh makna. Dari sekadar "menurut kata mamah", berubah menjadi kesadaran besar tentang arti hidup yang sesungguhnya.

Bahwa kebahagiaan bukan hanya tentang pencapaian, jabatan, atau karya, tetapi juga tentang tubuh yang sehat, hati yang tenang, dan hidup yang penuh rasa syukur.

Penutup:

Nurut apa kata mamah mungkin terdengar sederhana, tetapi dari situlah Omjay belajar bahwa cinta orang tua adalah penjaga terbaik dalam hidup. 

Dan saat kesehatan masih kita miliki hari ini, jangan tunggu esok untuk bersyukur---karena sejatinya, hidup yang paling nikmat adalah hidup yang sehat.

Omjay jadi ingat drama komedi nurut apa kata mama di youtube di bawah ini:


https://youtu.be/RmAb8bDpZS8?si=1ZyjCaNMysvO6m_I

Salam blogger persahabatan

Omjay/Kakek Jay

Guru blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com