Ahmad Sadeli adalah mahasiswa S1 Manajemen sekaligus penulis dan konten kreator otomotif. Ia memiliki fokus pada isu bisnis, perilaku konsumen, serta fenomena sosial-ekonomi yang berkembang di masyarakat. Melalui platform Kompasiana dan konten digital, Ahmad menggabungkan pendekatan akademik dengan pengalaman praktis, khususnya di bidang otomotif. Ia berkomitmen menghadirkan tulisan yang tidak hanya informatif, tetapi juga analitis, relevan, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Punya action cam tapi bingung cara masangnya di helm full face? Jangan khawatir. Masalah ini sebenarnya sangat umum, terutama bagi para pemula yang baru terjun ke dunia motovlog. Permukaan helm yang melengkung memang sering jadi penghalang ketika kita mencoba memasang mounting yang dasarnya datar.
Kabar baiknya, ada trik sederhana yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah tanpa perlu ke bengkel atau merogoh kocek lebih dalam. Di artikel ini, saya akan merangkum cara pemasangan action cam di helm full face KYT R10 yang bisa kamu praktikkan langsung.

Bahan dan Alat yang Kamu Butuhkan
Sebelum mulai, siapkan dulu semua perlengkapannya agar proses pemasangan berjalan lancar:
Semua bahan ini mudah ditemukan di toko aksesori motor atau marketplace online dengan harga yang cukup terjangkau.
Langkah 1: Potong dan Siapkan Perekat 3M
Potong perekat 3M sesuai dengan ukuran panel mounting yang kamu gunakan. Pastikan potongannya rapi agar tidak ada bagian yang menggantung.
Tips penting di sini: karena panel mounting berbentuk datar sementara permukaan dagu helm cenderung melengkung, tambahkan beberapa lapis perekat 3M di sisi kanan dan kiri panel. Cara ini akan mengisi celah antara mounting dan permukaan helm, sehingga daya rekat menjadi jauh lebih kuat dan kamera tidak mudah miring atau goyang.

Langkah 2: Tentukan Posisi yang Tepat
Posisi pemasangan sangat berpengaruh pada hasil visual video motovlog kamu. Ada beberapa pilihan umum seperti di samping helm, di atas helm, atau di bagian dagu depan.
Rekomendasi: pasang di bagian depan dagu bawah helm. Alasannya, posisi ini menghasilkan tampilan yang lebih seimbang dan simetris dibanding posisi samping. Sudut pandang kamera pun terasa lebih natural, seolah mata pengendara itulah yang merekam.
Perhatian: pastikan mounting tidak menutupi ventilasi udara helm. Selain bisa mengurangi sirkulasi udara, pemasangan di area ventilasi juga tidak ideal untuk daya rekat jangka panjang.
Langkah 3: Tempel Panel Mounting dengan Kuat
Setelah yakin dengan posisinya, tempelkan panel mounting tepat di tengah bagian dagu. Tekan dengan kuat selama beberapa detik, lalu diamkan minimal 30 menit sebelum digunakan agar lem benar-benar merekat sempurna.
Jangan terburu-buru. Kesabaran di langkah ini akan menentukan seberapa kuat kamera bertahan saat kamu melaju di kecepatan tinggi.
Langkah 4: Rakit Extension Arm dan Atur Sudut Kamera
Pasang extension arm pendek ke panel mounting menggunakan baut pengunci. Setelah terpasang, atur sudut pandang kamera hingga posisinya benar-benar lurus dan stabil.
Untuk pengecekan, pasang kameramu (dalam tutorial ini menggunakan Yi Cam), lalu rekam sebentar sambil mengecek hasilnya di layar. Pastikan horizon tidak miring dan frame video sudah sesuai dengan yang kamu inginkan.

Hasil Akhir: Siap Motovlog!
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu bisa memasang action cam di helm full face dengan rapi dan aman. Trik berlapis perekat 3M terbukti efektif untuk mengatasi masalah klasik mounting datar di permukaan helm yang melengkung.
Untuk kamu yang baru mulai motovlog, ingat bahwa kualitas konten tidak hanya ditentukan oleh kamera mahal. Pemasangan yang tepat dan stabil justru sering menjadi pembeda antara video yang nyaman ditonton dan yang terasa goyang sepanjang perjalanan.
Selamat mencoba, dan semoga motovlog-mu semakin seru!
Apakah kamu punya tips lain seputar pemasangan action cam di helm? Tulis di kolom komentar, ya!