Dokumenter perjalanan singkat di Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua pada tahun 2014. Menjajaki sungai Mamberamo, sungai terpanjang di Papua yang bermuara di lautan Pasifik. Sebuah pengalaman yang menjadi cerita yang mahal, menikmati langsung serpihan surga yang jatuh ke bumi; alam Papua.
Sungai Mamberamo adalah salah satu sungai paling masif, terpanjang, dan paling ikonik di Pulau Papua, tepatnya di Provinsi Papua. Sering dijuluki sebagai "Amazon-nya Indonesia", sungai ini membelah hutan hujan tropis yang sangat lebat dan menyimpan keanekaragaman hayati yang luar biasa.

Sungai ini terbentuk dari pertemuan beberapa anak sungai besar di pedalaman, seperti Sungai Tariku (Rouffaer) dari barat dan Sungai Taritatu (Idenburg) dari timur. Aliran utamanya membentang sepanjang sekitar 670 kilometer hingga bermuara di Samudra Pasifik (Tanjung D'Urville).
Lebar dan Debit Air: Mamberamo dikenal memiliki volume dan debit air yang sangat besar---terbesar di Indonesia. Di beberapa bagian hilir, lebarnya bisa mencapai ratusan meter dengan arus yang tenang namun menghanyutkan, sementara di bagian hulu yang melintasi Pegunungan Van Rees, alirannya melewati jeram-jeram sempit yang curam.
"Amazon-nya Indonesia": Julukan ini disematkan karena lembah sungai ini dikelilingi oleh bentang alam meander (kelokan sungai yang ekstrem), danau tapal kuda (oxbow lake), serta rawa-rawa luas yang menjadi rumah bagi spesies endemik, termasuk buaya muara (Crocodylus porosus) dan buaya irian (Crocodylus novaeguineae).
Fungsi dan Kehidupan Lokal: Bagi masyarakat adat di sekitarnya (seperti suku Dani, Bauzi, dan puluhan suku lainnya), Mamberamo adalah urat nadi kehidupan. Karena akses darat yang sangat terbatas di pedalaman Papua, sungai ini berfungsi sebagai jalur transportasi air utama menggunakan perahu motor atau sampan.
Secara ekologis, kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Mamberamo merupakan salah satu benteng keanekaragaman hayati terbesar yang masih tersisa di kawasan Asia-Pasifik.