Sebuah penggalan video anak-anak SMP Mamberamo Hilir, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua.
Potret lugu anak-anak di sebuah sekolah di salah satu pedalaman Papua. Video ini diambil awal tahun 2015 sesaat setelah mereka kerja bakti di sekolah. Sebuah pemandangan yang asyik nan lucu, generasi bangsa dari timur yang patut kita perhatikan.

Di balik riak Sungai Mamberamo yang tenang dan rimbunnya hutan belantara Papua, derai tawa anak-anak sekolah di pedalaman Mamberamo Raya selalu terdengar nyaring dan menular. Meskipun mereka harus berjalan kaki berkilometer-kilometer melewati jalan setapak yang berlumpur, tanpa alas kaki, dan sering kali tanpa seragam yang layak, mata mereka tetap berbinar dipenuhi rasa ingin tahu yang besar.
Keterbatasan fasilitas seperti ketiadaan buku pelajaran baru, papan tulis yang usang, hingga ruang kelas yang bocor tidak sedikit pun melunturkan keluguan mereka. Bagi mereka, setiap hari di sekolah adalah petualangan untuk merajut mimpi, di mana ranting pohon bisa menjadi pensil dan halaman sekolah yang beralaskan tanah menjadi arena bermain paling megah di dunia.
Kecerian mereka yang tulus seolah menjadi penawar di tengah kerasnya tantangan hidup di daerah terpencil. Dengan kepolosan khas anak-anak pedalaman, mereka saling berbagi bekal makanan yang sederhana dan bergotong royong membantu satu sama lain memahami pelajaran yang diberikan oleh guru. Di sela-sela waktu istirahat, alam bebas menjadi guru kedua tempat mereka berlarian, bernyanyi, dan mengekspresikan kreativitas tanpa batas menggunakan apa saja yang disediakan oleh alam.
Di dalam dada mereka yang kecil, tersimpan harapan yang sangat besar untuk menjadi guru, dokter, atau tentara yang kelak bisa membangun tanah kelahiran mereka, membuktikan bahwa keterbatasan sarana prasarana tidak akan pernah mampu memenjarakan semangat dan cita-cita tinggi mereka.