Katakan dengan bunga. Pepatah manca negara mengatakan demikian. Setangkai bunga berjuta makna. Sekuntum mawar tanda cinta.

Bunga apa pun memang indah memesona. Termasuk juga bunga daisy atau aster yang berbentuk kecil mungil.
Bunga daisy atau aster ini sering menjadi salah satu bagian untuk buket pernikahan atau ucapan selamat pada mereka yang berbahagia. Misalnya teman atau kerabat yang ulang tahun dan wisuda.

Bunga yang mudah ditanam pada lahan dengan sedikit air dan tidak mudah layu setelah beberapa jam dipetik banyak menarik petani untuk dibudidayakan.
Salah satunya oleh Pak Sunyoto petani di Desa Slamet atau Wiroto, Tumpang Malang.

Pak Sunyoto pada awalnya seorang petani sayur seperti halnya kebanyakan petani di wilayah timur Malang.
Suatu saat Beliau didatangi dan ditawari oleh pengusaha bunga untuk menanam bunga aster kecil untuk memenuhi permintaan pasar di Malang, Surabaya, dan Bandungan, Ambarawa.
Tertarik dengan tantangan untuk lebih maju dengan pendapatan yang lebih besar maka Beliau pun bersedia dengan catatan siap menampung hasil panen.
Sekitar lima belas tahun Pak Sunyoto sudah membudidayakan bunga daisy ini.
Selama seminggu ini Pak Sunyoto ditemani putranya memetik bunga daisy untuk memasok pengusaha yang telah menawari dan membantu mengembangkan.
Cuaca dingin di pertengahan musim kemarau namun cerah dengan sedikit awan putih membuat Pak Sunyoto dan anaknya tampak begitu bahagia.
Seperti burung-burung yang merdu bernyanyi di batang-batang jagung dan ceri di sekitarnya yang kita dengar di video ini.
Saya tentu ikut gembira walau kali ini cukup sedih karena panen raya tomat tapi harga jatuh.