Benda-benda bersejarah ini sebelumnya tersimpan terserak di beberapa tempat seperti kantor kecamatan dan kabupaten.

Selain itu ditempatkan pula replika arca-arca yang 90% menyerupai aslinya. Misalnya arca Dewi Durga, Betara Guru, Lembu Nandi, Ken Dedes, dan Dwarapala. Selain Dwarapala, arca-arca asli masih tersimpan pada museum di negeri Belanda dan Museum Nasional Jakarta.
Hal yang tak kalah menariknya, selain arca juga dipamerkan benda-benda purbakala, berupa potongan atau pecahan arca terakota, alat memasak terutama teko, lumpang batu, lumpang kayu atau lesung, keren batu atau semacam anglo, dan pipisan atau alat menumbuk jamu dari tanaman.
Benda-benda ini ditemukan di situs-situs sekitar Malang, di antaranya Situs Sekaran yang baru ditemukan pada 2018 silam.

Hal yang paling unik benda bersejarah yang ada di Museum Singhasari adalah kereta kuda buatan Jerman. Kereta kuda ini merupakan kendaraan tunggangan para bupati Malang masa awal berdirinya Kabupaten Malang pada masa kolonial.
0 0 0
Museum Singhasari buka setiap hari jam 08.00-16.00 tanpa membayar tiket masuk alias gratis. Pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional tutup.