Video Pilihan

Jagung

15 Juni 2026   10:10 Diperbarui: 15 Juni 2026   06:11 82 6 2

Jagung yang ditanam petani ada dua jenis: jagung biasa dan jagung manis. Keduanya bisa untuk konsumsi rumah tangga. 

Hanya jagung biasa yang bisa dijadikan pakan ternak.

Tantangan petani dalam menanam jagung adalah sulitnya menghadapi hama tikus yang menyerang pada malam hari. Bisa saja dalam semalam melahap jagung muda seluas 50 x 50m.

Dihabiskan tikus, bukan tikus berdasi. (Dokumen pribadi)
Dihabiskan tikus, bukan tikus berdasi. (Dokumen pribadi)

Jika ini terjadi saat jagung sangat muda atau belum berisi maka batang jagung (dalam bahasa Jawa: tebon) masih hijau bisa segera ditebang dan dijual untuk pakan sapi.  Jika serbuan tikus saat jagung sudah berisi dan batang jagung mulai kering maka sulit dijual sebagai pakan ternak.

Berdasarkan data BPS dan Kementerian Pertanian, sebelum 2026, setiap tahun negeri kita mengimpor sekitar 500 ribu ton jagung dari AS dan Brasil.

Tebon terpaksa ditebang dan dijual untuk pakan ternak. (Dokumen pribadi)
Tebon terpaksa ditebang dan dijual untuk pakan ternak. (Dokumen pribadi)

Bagi masyarakat tradisional Jawa, jagung juga mempunyai nilai filosofis sebagai simbol kesejahteraan. Untuk itu di gerbang depan rumah bila ada perkawinan maka akan dipasang janur kuning melengkung dan aneka hasil pertanian termasuk jagung. 

Demikian juga saat memasang atap rumah baru juga dipasang aneka hasil pertanian dan kain. Semuanya melambangkan harapan bahwa keluarga tersebut selalu sejahtera dan bahagia.

Jagung bukan sekedar hiasan tenda perkawinan. (Dokumen pribadi)
Jagung bukan sekedar hiasan tenda perkawinan. (Dokumen pribadi)

Jika ada petani yang menanam jagung ada yang diuntungkan secara tidak langsung, yakni peternak lebah madu. Bulir-bulir bunga jagung sangat manis sehingga mengundang ribuan lebah madu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3