Video Pilihan

Wisata Sejarah ke Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala

29 Juni 2026   20:49 Diperbarui: 29 Juni 2026   20:58 115 3 1

Dokumen pribadi 
Dokumen pribadi 

Salah satu museum di Yogyakarta yang sangat menarik untuk dikunjungi adalah Museum Pusat TNI AU DIRGANTARA MANDALA yang berada di komplek Bandara Udara Adisucipto.
Bandara Adisucipto dulu berupa lapangan terbang bernama Maguwo sesuai dengan nama desa tempat lapangan terbang tersebut dibangun. Tepatnya di Desa Maguwoharjo, Kapenewon Depok, Kabupaten Sleman Yogyakarta.

Lapangan terbang dengan landasan rumput dibangun oleh kolonial Belanda pada 1940 dan digunakan secara resmi pada 1942. Lapangan terbang ini dibangun pada lahan perkebunan tebu Pabrik Gula Wonocatur yang telah bangkrut pada 1937. Padahal dibangun pada 1905-1908 artinya baru beroperasi selama 29 tahun.

Pembangunan lapangan terbang ini, pihak kolonial Belanda memaksa melakukan bedol desa dengan transmigrasi 3 desa ke Lampung.
Pada akhir Perang Dunia II tepatnya November 1945, Lapangan Terbang Maguwo dikuasai oleh Badan Keamanan Rakyat (BKR) Yogyakarta Timur dengan pimpinan Umar Slamet.

Dokumen pribadi 
Dokumen pribadi 

Akhir 1945 dikuasai oleh Pemerintah Indonesia dan dijadikan pangkalan udara Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI). Selain itu dijadikan latihan terbang para kadet atau calon penerbang di Maguwo dengan pimpinan Adisucipto.

Sesuai hasil Konferensi Meja Bundar (KMB), 27 Desember 1949 pemerintahan Belanda mengakui kemerdekaan Republik Indonesia Serikat dan menyerahkan pangkalan-pangkalan militer kepada pemerintah Indonesia.
Pada 27 Juni 1950 juga menyerahkan Markas Besar Penerbangan Militer Belanda termasuk 173 pesawat kepada Tentara Republik Indonesia Angkatan Udara Republik Indonesia.

F-5E Tiger (dokumen pribadi)
F-5E Tiger (dokumen pribadi)

Pada 17 Agustus 1952, Kepala Staf Angkatan Udara menetapkan Pangkalan Udara Maguwo menjadi Pangkalan Udara Adisucipto.
Sejarah panjang lapangan terbang Maguwo menjadi Pangkalan Udara Adisucipto inilah pada akhirnya diputuskan tempat ini menjadi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala.

Mengunjungi museum ini memerlukan waktu sekitar 3 jam penuh untuk memahami secara keseluruhan sejarah panjangnya.

Dokumen pribadi 
Dokumen pribadi 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2