Budiono
Budiono Bankir

Praktisi manajemen risiko yang sedang menekuni hobi ngevlog. Silakan subscribe kanal YouTube saya https://bit.ly/TRAVLOGUE dan temukan tulisan saya lainnya di https://www.budionojournal.com/

Selanjutnya

Tutup

Video Artikel Utama

Mencoba LRT Jakarta yang Tidak Kalah Keren dari MRT

15 Juni 2019   16:55 Diperbarui: 15 Juni 2019   17:38 241 5 1

Kota Jakarta kembali bersiap menyambut moda transportasi publik terbaru, yaitu kereta light rail transit atau lintas rel terpadu yang melayani rute dari Velodrome Rawamangun hingga Boulevard Utara Kelapa Gading. Tentu hal ini mengundang antusiasme warga Jakarta dan sekitarnya, termasuk saya salah satunya, untuk menjajal keandalan moda yang awalnya akan dioperasikan untuk publik pada gelaran Asian Games 2018 ini. 

Penantian saya untuk mencicipi moda transportasi berbasis kereta dengan jalur layang ini pun segera berakhir. Setelah maraknya warga yang berbondong-bondong mencoba menaiki MRT Jakarta di bulan Maret lalu, sekarang giliran LRT Jakarta yang kembali memasuki masa uji publik. Mungkin ini pertanda bahwa moda transportasi modern ini akan segera melayani publik secara komersial. 

Saya memilih untuk mencoba LRT Jakarta dari stasiun Velodrome di Rawamangun, Jakarta Timur. Agak jauh jaraknya dari tempat saya beraktivitas sehingga saya pun harus menempuh perjalanan sekitar 40 menit dari Dukuh Atas hingga Velodrome dengan menaikkan TransJakarta koridor 4. Ada banyak rute TransJakarta yang bisa dipilih untuk menuju Velodrome antara lain:

  1. Koridor 4 dengan rute Dukuh Atas 2 - Pulogadung
  2. Koridor 4A dengan rute Grogol 2 - TU Gas
  3. Koridor 4C dengan rute Bund. Senayan - TU Gas
  4. Koridor 4D dengan rute Depkes - TU Gas
  5. Koridor 4H dengan rute Ragunan - Pulogadung
  6. Koridor 7M dengan rute Kp. Rambutan - Pulogadung 
  7. Koridor 11A dengan rute Pulogebang - Pulogadung

Saya turun di shelter TransJakarta Velodrome, namun ternyata shelter yang paling dekat dengan stasiun LRT Velodrome adalah shelter Pemuda Rawamangun.

Dari shelter, saya berjalan kaki menuju stasiun LRT. Sebelum masuk, tunjukkan bukti e-ticket registrasi uji publik LRT Jakarta yang didapatkan secara daring. Setelah memasuki stasiun, saya menghampiri petugas di loket guna menukarkan e-ticket dengan kartu single-trip yang harus di-tap ketika akan memasuki peron. 

Dokpri
Dokpri
Sesampainya di peron, saya segera menaiki kereta yang sudah menunggu. Begitu masuk, petugas langsung menyambut saya dengan ramah. Kesan pertama saya seperti sedang menaiki Kalayang di Bandara Soekarno Hatta. Maklum ukuran gerbongnya lebih kecil dan pendek. Pada saat saya melakukan uji coba, satu rangkaian kereta LRT Jakarta hanya terdiri dua gerbong saja. Walau begitu, kereta ini sangatlah nyaman dan tidak terlalu berguncang. 

Stasiun terakhir pada masa uji publik ini adalah stasiun Boulevard Utara, sementara stasiun Pegangsaan Dua difungsikan sebagai depo. Stasiun Boulevard Utara ini terletak persis di depan Mal Kelapa Gading dan La Piazza sehingga ke depannya dapat memudahkan warga yang ingin berkunjung ke pusat perbelanjaan tersebut. 

Stasiun LRT Boulevard Utara ini juga memiliki desain arsitektur yang unik. Jangan heran kalau nantinya anda menemui orang-orang yang asyik berswafoto di stasiun ini. Konstruksi atapnya bak kumpulan terpal raksasa berwarna putih. Suasananya pun terlihat modern dengan fasilitas yang lengkap, tidak kalah dengan MRT. 

Saksikan video selengkapnya untuk ikut merasakan pengalaman saya mencoba LRT Jakarta. Di akhir video saya juga menginformasikan tata cara melakukan registrasi uji publik LRT Jakarta secara daring. Jangan lupa subscribe kanal YouTube saya, Berbudi TV.