Budiono
Budiono Bankir

Praktisi manajemen risiko yang sedang menekuni hobi ngevlog. Silakan subscribe kanal YouTube saya https://bit.ly/TRAVLOGUE dan temukan tulisan saya lainnya di https://www.budionojournal.com/

Selanjutnya

Tutup

Video Artikel Utama

Mengintip Perkampungan Hanok Korea Zaman Dulu

30 Juli 2019   11:46 Diperbarui: 30 Juli 2019   20:50 150 6 1

Sebuah perjalanan wisata akan lebih mengesankan jika kita dapat mengenal kebudayaan dari tempat yang kita datangi. Untuk itu, pada saat berkunjung ke Seoul, Korea Selatan saya mengagendakan wisata budaya ke perkampungan hanok yang merupakan anjungan rumah tradisional Korea.

Perkampungan hanok Namsangeol (Dokpri).
Perkampungan hanok Namsangeol (Dokpri).

Di kota Seoul sendiri ada dua perkampungan hanok yang terkenal, yaitu Bukchon dan Namsangeol. Bukchon merupakan destinasi yang paling populer karena lokasinya yang berada di tengah kota dan berdekatan dengan objek wisata terkenal lainnya di kota Seoul. Namun, perlu diketahui bahwa Bukchon merupakan area residensial yang masih ditinggali warga lokal.

Oleh karena itu, wisatawan yang berkunjung ke sini perlu menjaga privasi warga yang tinggal di sana dengan tidak memasuki rumah yang ada tanpa izin. Biasanya banyak turis hanya berfoto di jalanan dan pagar luar hanok.

Berbeda dengan Bukchon, perkampungan hanok di Namsangeol memang ditujukan untuk pariwisata. Perkampungan di sini pada hakikatnya hanya sebuah simulasi semata atau mirip konsepnya dengan anjungan rumah ada yang ada di Taman Mini Indonesia Indah. 

Di sini terdapat berbagai macam hanok yang berbeda-beda sesuai dengan status ekonomi keluarga yang mendiaminya. Saat berkunjung ke Namsangeol, kita dapat memasuki hanok yang ada satu per satu dan mengintip ruangan dan isi perabotan yang digunakan orang Korea zaman dulu. 

Salah satu rumah tradisional Korea/hanok di Namsangeol (Dokpri)
Salah satu rumah tradisional Korea/hanok di Namsangeol (Dokpri)

Selain melihat-lihat arsitektur dan desain interior rumah tradisional Korea serta cara hidup orang Korea di masa silam, wisatawan juga dapat mencoba beragam aktivitas yang khas, seperti belajar memanah. 

Ada pula aktivitas bermain dan memberi makan burung falkon. Bagi yang ingin terlihat lebih otentik dapat juga mencoba baju tradisional Korea yang disebut hanbok. Pada jadwal tertentu juga digelar upacara tradisional Korea, seperti upacara pernikahan. 

Masih satu area dengan perkampungan hanok di Namsangeol, terdapat pula sebuah taman yang memiliki sebuah monumen peringatan yang tidak biasa. Ternyata monumen tersebut adalah Seoul Time Capsule yang dibangun untuk memperingati hari ulang tahun Seoul ke-600. 

Gubernur Jakarta saat itu, Surjadi Soedirdja, juga turut memberikan ucapan dan membubuhkan tanda tangan di tugu peringatan ini, mengingat Jakarta dan Seoul memiliki hubungan kota kembar atau sister city

Saksikan hal-hal menarik lainnya yang saya temukan di perkampungan hanok Namsangeol dalam video di atas. Jangan lupa juga untuk subscribe kanal YouTube Berbudi TV. Ikuti terus cerita perjalanan saya di Kompasiana.