Bekerja Sesuai Gelar❌ Bekerja Sesuai Passion✅ Mulai suka Dunia Literasi di Usia 9 Tahun. Bergabung Di Kompasiana Mei 2026
https://youtu.be/sgyu8RNdWUc?si=n4Z565OZ-h7-lULn
Polewali Mandar, Minggu 12 Juli 2026 -- Gelombang panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Eropa dalam sepelekan terakhir telah memicu status siaga merah di belasan negara. Suhu udara di beberapa wilayah bahkan menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa, memaksa pemerintah mengeluarkan peringatan darurat bagi warga.
Menurut laporan layanan cuaca Eropa, Copernicus, suhu maksimum di kawasan Mediterania naik hingga 48 derajat Celcius pada akhir pekan lalu. Wilayah yang paling terdampak adalah Italia, Spanyol, Yunani, Prancis selatan, serta sebagian wilayah Balkan.
"Kondisi ini adalah yang paling berbahaya dalam dekade terakhir. Risiko gangguan kesehatan, kebakaran hutan, dan kekeringan sangat tinggi," ungkap juru bicara layanan darurat Uni Eropa.
Status siaga merah berarti cuaca ekstrem dianggap berbahaya bagi semua orang, bukan hanya kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, atau penderita penyakit tertentu. Pemerintah setempat telah mengeluarkan sejumlah langkah:
Menutup sementara sekolah dan kantor pemerintahan pada jam terpanas
Melarang aktivitas luar ruangan berat
Membuka pusat pendinginan gratis di berbagai kota