Science advances not by blind obedience to old answers, but by the courage to question
[chorus]
This is a time machine on the highway
Retro lines futuristic soul
From raw steel to coded control
The rider’s fire never grows old
This is a time machine on the highway
Not a trend that fades with days
As long as roads call my name
The legend stays
[chorus]
This is a time machine on the highway
Classic never dies it grows
Two wheels one eternal glow
Freedom’s wind will always blow
This is a time machine on the highway
As long as engines breathe tonight
Time itself joins me in the light
And legends ride alive
[outro]
------
Grand concept
Lagu "Time Machine on the Highway" [Mesin Waktu di Jalan Raya] adalah refleksi tentang perjalanan manusia yang berdamai dengan waktu melalui dua roda—sebuah metafora bahwa kemajuan tidak selalu berarti meninggalkan masa lalu. Jalan raya menjadi ruang kontemplasi, tempat masa lalu dan masa depan saling bertemu tanpa saling meniadakan. Mesin klasik yang berpadu dengan teknologi modern melambangkan identitas manusia: kita bergerak maju, namun membawa nilai, ingatan, dan kejujuran yang membentuk siapa diri kita. Lagu ini tidak merayakan kecepatan atau kemenangan, melainkan kesadaran—bahwa makna hidup terletak pada cara kita melaju, bukan seberapa cepat kita tiba.
Secara naratif, lagu ini menempatkan pengendara sebagai saksi sekaligus pelaku evolusi. Goresan, debu, hujan, dan suara mesin adalah arsip kehidupan—bukan cacat, melainkan bukti keberanian untuk terus berjalan. Baik bertenaga bensin maupun listrik, sunyi maupun bergemuruh, semua menyuarakan kebebasan yang sama: kejujuran untuk setia pada diri sendiri di tengah dunia yang terus berubah. Mesin Waktu di Jalan Raya adalah penghormatan pada legenda yang tidak membeku dalam nostalgia, tetapi hidup karena berani berevolusi—sebuah ajakan untuk melaju dengan makna, menjaga api jiwa, dan membiarkan waktu ikut menempuh perjalanan bersama kita.