Science advances not by blind obedience to old answers, but by the courage to question
![Silence After the Rain. Created by [Feddy WS]. Human-led, AI-assisted visual artwork.](https://assets.kompasiana.com/items/album/2026/01/17/17-jan-2026-23-12-22-696bacf434777c611e3e0f42.png?t=o&v=700)
[Recommended Headphones or Car Audio]
Retak yang Sunyi - [YouTube]
[intro]
[verse]
Malam jatuh di sisa namamu
Lampu kota tak lagi ramah
Aku belajar tersenyum palsu
Pada luka yang tak bersuara
[pre-chorus]
Kita pernah saling percaya
Kini tinggal gema janji
Tanganku kosong menggenggam doa
Hatimu pergi tanpa pamit
[chorus]
Patah hatiku tak berteriak
Ia diam tapi paling sakit
Seperti hujan jatuh perlahan
Membasahi kenangan sempit
Aku kalah oleh rasa setia
Yang kau tinggalkan sendirian
Jika cinta harus menyakiti
Biarlah aku belajar kehilangan
[verse]
Kupunguti sisa sisa rindu
Di sudut waktu yang beku
Namamu masih kutemui
Di lagu kopi dan senyapku
[pre-chorus]
Kita pernah saling percaya
Kini tinggal gema janji
Tanganku kosong menggenggam jodoh
Hatimu pergi tanpa pamit
[chorus]
Patah hatiku tak berteriak
Ia dewasa dalam sepi
Aku ikhlas meski tak mudah
Melepasmu dari diri ini
[outro]------
GRAND CONCEPT
“Retak yang Sunyi” adalah kisah patah hati yang tidak meledak dalam tangis, melainkan hadir sebagai luka dewasa yang dipikul dalam diam. Lagu ini menuturkan kehilangan tanpa konflik—kepergian tanpa pamit yang menyisakan kehampaan, nostalgia kecil, dan kesetiaan yang justru menjadi sumber sakit. Tokoh memilih menerima, bukan karena sembuh sepenuhnya, tetapi karena lelah melawan rasa. Hujan, malam, dan kota menjadi metafora luka yang pelan namun menetap, hingga akhirnya ikhlas bukan sebagai kemenangan, melainkan keberanian untuk belajar kehilangan dengan tenang.
-------
Original multimedia work by [Feddy WS], created through human-led direction with AI-assisted visuals, lyrics, music, and video.