Opa Jappy Official
Opa Jappy Official Jurnalis

Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Video

Video dan Esai "Panggilan Hati untuk Tanah Banten"

12 Maret 2026   14:16 Diperbarui: 12 Maret 2026   18:14 111 1 0

Kampanye Anti Predator Child Grooming | Opa Jappy
Kampanye Anti Predator Child Grooming | Opa Jappy



Public Service Announcement

Panggilan Hati untuk Tanah Banten

Banten bukan sekadar koordinat pada peta; wilayah ini adalah rumah tempat masa depan Indonesia tumbuh pada diri anak-anak. Namun, hunian tersebut sedang dikepung. Data bukan lagi sekadar angka, melainkan alarm bahaya yang memekakkan telinga.

Teraturnya laporan 790 kasus kekerasan hanya dalam delapan bulan, serta munculnya puluhan tragedi baru tiap 12 hari, menegaskan bahwa Banten sedang menghadapi darurat peradaban.
Predator child grooming telah menyusup ke jantung pertahanan. Penjahat itu tidak bersembunyi di kegelapan hutan, melainkan balik layar gawai, sudut perumahan, bahkan lingkungan sekolah. Mereka memanfaatkan "kelaparan emosional" anak-anak dan remaja putri dalam kesepian rumah sepi, hunian penuh materi namun nihil kehadiran, serta fasilitas mewah tanpa kasih sayang; di situ tak ada interaksi quality time.

Dengan balutan kesepian (ditambah keheningan dan kekosongan) itu, mereka tumbuhkembang sebagai "Silent Majority." Mereka tertidur, tanpa "Selamat Malam dan Ciuman di Kening;" dan ketika bangun pagi, hanya melihat sisa-sisa bayangan Papa Mama bergegas menuju area lain; area yang lebih penting dari sekedar memeluk anak penuh sayang tanda kehadiran.

Itulah model "pelantaran anak versi elite;" tak ada waktu momen bersama. Detik dan menit waktu sangat berharga untuk yang lain; bukan untuk sekedar cerita di meja makan atau pun mendengar keluhan hati kesepian. Sehingga anak dan remaja putri berada dalam ruang hampa emosional.

Pada "ruang hampa emosional" tersebut, Predator Child Grooming menemukan dan mendapat peluang emas; ia mengisi kesunyian, keheningan, dan kekosongan. Predator muncul dengan kelembutan hati dan membuat kekosongan jiwa jadi semarak serta berbunga-bunga.

Selanjutnya, mereka berproses, bahkan melupakan "tuntutan" agar Papa Mama berikan; hingga saatnya nanti, ada atau tidaknya Papa Mama, sudah tak penting. Inilah kesempatan emas pada Si Predator; ia merampas semuanya sehingga tak ada yang tersisa pada korban. Terus terulang; dan terus menerus terulang. (Apalagi ditambah ketakutan dan ketidakberanian bersuara). Korban semakin hancur dalam kesendirian; sementara Papa Mama, tak bisa menembus hati membisu dan airmata yang telah kering; serta tawa kehampaan.

Satu Garis Pertahanan, Hayu Urang Ngahiji!

Seluruh elemen masyarakat Banten dipanggil. Seruan ini bukan hanya bagi pemerintah, tapi menyasar setiap individu pemilik nurani,

Orang Tua. Jadilah sahabat terbaik bagi anak. Jangan biarkan mereka mencari validasi asing hanya karena orang dewasa terlalu sibuk dengan urusan sendiri. Para Guru. Pendidik adalah mata kedua bagi siswa. Jadilah sosok peka terhadap perubahan perilaku sekecil apa pun. Tokoh Masyarakat & Agama: Gunakan mimbar untuk menyuarakan bahwa melindungi generasi adalah ibadah paling nyata. Generasi muda merupakan garda terdepan literasi digital.

Wahai kalian! Edukasi adik-adik agar tidak mudah tertipu pesona semu balik layar. Saatnya Obah, Saatnya Meta!

Jangan menunggu sampai anak atau cucu sendiri menjadi korban sebelum berteriak. Jika satu jiwa terluka, maka seluruh daerah seharusnya merasa sakit. Inilah saatnya membangun "Mikrosistem" sehat, tempat keluarga menjadi lokasi pulang paling aman, serta warga menjadi pagar kokoh.

Buktikan bahwa Banten adalah tanah tidak ramah bagi penjahat. Tunjukkan tangan-tangan masyarakat jauh lebih kuat untuk mendekap, daripada jemari jahat yang mencoba menghancurkan.

Demi keselamatan anak. Demi masa depan peradaban.
Hayu Urang Ngahiji!

Sekarang, atau kehilangan selamanya.

Opa Jappy | Penggagas Kampanye Anti Predator Child Grooming

Kampanye Anti Predator Child Grooming | Opa Jappy
Kampanye Anti Predator Child Grooming | Opa Jappy