Feddy WS
Feddy WS Dosen

Science advances not by blind obedience to old answers, but by the courage to question

Selanjutnya

Tutup

Video

'Nyalakan Hari'

17 Februari 2026   01:03 Diperbarui: 17 Februari 2026   01:03 94 2 1

Nyalakan Hari: Cahaya di Ujung Fajar. Illustration: [Feddy WS] (AI-assisted)
Nyalakan Hari: Cahaya di Ujung Fajar. Illustration: [Feddy WS] (AI-assisted)


[Recommended Headphones or Car Audio]

Nyalakan Hari

[intro]

[verse]  
Di antara malam retak oleh ragu  
Kukumpulkan cahaya di saku  

[verse]  
Langkah goyah di lorong waktu  
Suara takut bisikkan rindu  
Namun dada ada denyut berani  
Menyebut namamu esok yang pasti  
Kita jatuh takkan hilang  
Luka mengajar cara pulang  

[pre-chorus]  
Jika awan tutup arah  
Kita jadi angin buka langkah  

[chorus]  
Nyalakan hari sisa percaya  
Harap tumbuh saat kita menyapa  
Tak perlu besar cukup setia  
Satu doa satu cahaya  
Pegang tanganku jangan lepas  
Kita kuat terus berharap  

[verse]  
Kota sunyi janji patah  
Kita tulis ulang makna lelah  
Air mata tinta jujur  
Gambar mimpi di langit futur  
Pelangi datang terlambat  
Hujan tahu saat berhenti tepat  

[pre-chorus]  
Jika gelap uji arah  
Kita jadi nyala tolak kalah  

[chorus]  
Nyalakan hari sisa percaya  
Harap tumbuh saat kita menyapa  
Tak perlu besar cukup setia  
Satu doa satu cahaya  
Pegang tanganku jangan lepas  
Kita kuat terus berharap  

[outro]  

[break]  

[chorus]  
Nyalakan hari sisa percaya  
Harap tumbuh saat kita menyapa  
Tak perlu besar cukup setia  
Satu doa satu cahaya  
Pegang tanganku jangan lepas  
Kita kuat terus berharap

------

Core Idea

Harapan Sebagai Tindakan, Bukan Sekadar Perasaan - “Nyalakan Hari” adalah tentang harapan yang aktif: bukan menunggu keadaan berubah, melainkan menyalakan, merawat, dan memperjuangkannya meski malam retak oleh ragu. Lagu ini menggambarkan perjalanan jiwa yang rapuh-di tengah kota sunyi, janji patah, dan langkah goyah-namun memilih menjadi cahaya alih-alih tenggelam dalam gelap. Harapannya tidak bombastis, melainkan kecil dan personal: cahaya di saku, satu doa, sisa percaya. Pesannya tegas: tak perlu besar untuk menjadi terang, tak perlu sempurna untuk tetap berjalan, dan luka bukan akhir, melainkan guru yang menuntun arah pulang. Pada akhirnya, lagu ini adalah keberanian menyalakan cahaya kecil dalam diri agar esok tidak sekadar datang, tetapi tercipta.