Dari petani, kembali menjadi petani. Hampir separuh hidupnya, dihabiskan dalam kegiatan Community Development: bertani dan beternak, plus kegiatan peningkatan kapasitas hidup komunitas lainnya. Hidup bersama komunitas akar rumput itu sangat menyenangkan bagiku.
Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) berasal dari Tiongkok dan masuk ke Indonesia pada abad ke-15.
Pakcoy merupakan sayuran yang termasuk dalam keluarga Brassicaceae, yang sama dengan sawi putih dan sawi hijau.
Pakcoy banyak dibudidayakan di China selatan dan Taiwan sejak abad ke-5. Kemudian, budidaya Pakcoy meluas ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand.
Pakcoy dapat tumbuh di berbagai kondisi, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi, dengan suhu 15–30° C dan curah hujan lebih dari 200 mm/bulan.
Tanaman sayuran ini tumbuh subur di tanah yang gembur dan kaya akan unsur hara. Pakcoy dapat dipanen setelah 28 hari tanam.
Pakcoy merupakan sayuran yang banyak mengandung nutrisi. Di antaranya adalah protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe.Selain itu, Pakcoy mengandung vitamin A, B, C, E, dan K yang penting bagi tubuh.
Pakcoy dapat dimakan segar atau diolah menjadi asinan. Selain itu, bisa ditumis atau direbus dan dikukus. Dicampur dengan daging, dan masakan lainnya.
Bagi pecinta tanaman yang pekarangan banyak batu karang, bisa juga memanfaatkan sela-sela batu karang untuk bercocok tanam.
Budidaya tanaman Pakcoy di sela batu karang bisa dilakukan. Caranya, dengan mengoptimalkan penggunaan tanah di antara celah batu karang.
Ada beberapa tips yang dapat membantu pecinta tanaman dalam menanam tanaman Pakcoy pada kondisi seperti ini. Diantaranya seperti berikut ini.
1. Persiapkan tanah dengan baik
Pastikan tanah di sela batu karang telah dipersiapkan dengan baik sebelum menanam. Coba campurkan tanah dengan pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan tanah.