Gregorius Nafanu
Gregorius Nafanu Petani

Dari petani, kembali menjadi petani. Hampir separuh hidupnya, dihabiskan dalam kegiatan Community Development: bertani dan beternak, plus kegiatan peningkatan kapasitas hidup komunitas lainnya. Hidup bersama komunitas akar rumput itu sangat menyenangkan bagiku.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Pupuk Kompos Berkualitas Berawal dari Tarian Lentik Jemari Mereka

2 Januari 2026   10:31 Diperbarui: 2 Januari 2026   10:31 126 6 0

Sumber: https://www.youtube.com/@gnafanu

Beberapa petani seringkali mengeluh, tidak ada modal untuk membeli pupuk kimia.  Sementara pupuk bersubsidi tak bisa diakses oleh semua orang, tetapi harus mengajukannya melalui kelompok.  

Padahal, tanaman sudah harus dipupuk agar tumbuh subur dan pada saatnya nanti, produksi dan produktivitasnya tinggi sesuai dengan harapan.

Tak perlu risau, ada cukup banyak cara untuk menjaga lahan pertanian kita tetap menyediakan unsur hara bagi tanaman. Tak selamanya, harus memupuk tanaman dengan pupuk kimia.

Sekarang ini, sudah banyak yang memanfaatkan pupuk kompos buatan sendiri dengan menggunakan bahan utama dari sekitar. Kulit kopi, sekam dan jerami padi, daun-daun kering, plus cincangan hijauan seperti daun-daun legume dan gedebog pisang.

Praktik membuat kompos berkualitas

Tayangan video pendek berdurasi 1,20 menit ini memperlihatkan siswi SMKN 1 Baradatu sedang melakukan praktik membuat pupuk kompos dengan bahan utama dari sekitar.

Setelah bahan-bahannya terkumpul, maka jari-jari lentik para gadis ini  pun mulai beraksi membuat pupuk kompos: memotong, mencincang, menyiram, dan mengaduk racikan agar merata.

Terlihat seperti mencampurkan adonan kue saja, mencampurkan adonan terigu, gula, telur, bibit roti, vanila, mentega, dan bahan lainnya yang perlu dimasukkan untuk menghasilkan kue yang enak.

Dalam praktik ini, siswa dan siswi SMKN 1 Baradatu menggunakan resep sebagai berikut:

  • 5 karung kulit kopi kering
  • 1 karung kotoran hewan (kohe) kambing
  • 1 batang gedebog pisang
  • 5 tangkai daun gamal bersama rantingnya
  • 10 tutup botol EM4 dan 10 tutup botol molase gula tebu
  • Air secukupnya.

Mula-mula, gedebog pisang dan daun gamal dipotong, lalu dicincang halus-halus. Selanjutnya, kulit kopi dan kohe dicampurkan ke dalam cincangan gedebog pisang dan gamal, sambil dipercik dengan air agar kelembabannya merata.

Air yang dipercikkan adalah yang sudah dicampur dengan EM4 dan molase gula tebu. Jika tak punya EM4, bisa juga menggunakan gula pasir 0,5 kg yang dicampurkan ke dalam air.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3