Gregorius Nafanu
Gregorius Nafanu Petani

Dari petani, kembali menjadi petani. Hampir separuh hidupnya, dihabiskan dalam kegiatan Community Development: bertani dan beternak, plus kegiatan peningkatan kapasitas hidup komunitas lainnya. Hidup bersama komunitas akar rumput itu sangat menyenangkan bagiku.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Manfaat dan Langkah Budidaya Maggot BSF Ramah Lingkungan untuk Pemula

6 Mei 2026   16:26 Diperbarui: 6 Mei 2026   21:18 98 8 0

Tahap berikutnya adalah fase pembesaran larva. Setelah berumur 5--7 hari, maggot mulai tumbuh lebih besar dan membutuhkan pakan lebih banyak. 

Pada fase ini,  mulai memberikan limbah organik yang lebih kasar seperti sisa sayuran, buah, atau limbah pasar. Pakan dicacah terlebih dahulu agar mudah dikonsumsi. 

Selain itu, kepadatan larva dalam wadah juga perlu diperhatikan. Jika terlalu padat, pertumbuhan akan terhambat dan risiko kematian meningkat. 

Idealnya, wadah harus memiliki ruang cukup dan sistem drainase yang baik untuk menghindari genangan air.

Pengelolaan media juga menjadi kunci penting. Media tempat hidup maggot harus dijaga agar tidak terlalu basah atau terlalu kering. 

Kondisi yang terlalu basah dapat menyebabkan bau menyengat dan memicu pertumbuhan bakteri berbahaya, sedangkan media yang terlalu kering akan menghambat aktivitas makan larva. 

Untuk mengatasinya, bisa menambahkan bahan kering seperti sekam atau serbuk gergaji jika terlalu basah, dan menambahkan sedikit air jika terlalu kering.

Larva maggot siap dipanen (dok foto: Gregorisu Nafanu)
Larva maggot siap dipanen (dok foto: Gregorisu Nafanu)

Panen

Memasuki usia 14--18 hari, maggot mencapai ukuran maksimal dan siap panen. Ciri-ciri maggot siap panen adalah ukuran besar, warna putih kekuningan, dan pergerakan aktif. 

Pada tahap ini, dapat melakukan panen sebagian besar maggot untuk dijadikan pakan ternak seperti ikan, ayam, atau bebek. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5