Opa Jappy Official
Opa Jappy Official Jurnalis

Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Video

Video dan Esai "Panggilan Hati untuk Bumi Flobamora"

6 Mei 2026   06:01 Diperbarui: 6 Mei 2026   06:01 424 6 4

Mari Bersatu | Opa Jappy 
Mari Bersatu | Opa Jappy 



Panggilan Hati untuk Bumi Flobamora, Benteng Hati di Atas Tanah Terbuka


Bumi Flobamora sering dijuluki "Rumah untuk Semua" dan "Negeri Exotic". Namun hari ini, eksotisme itu sedang berdarah. Di balik keindahan Danau Kelimutu, Sabana Sumba, hingga pantai-pantai di Rote, sedang terjadi tragedi kemanusiaan yang jarang terdengar di ruang rapat pejabat atau mimbar khotbah.

Di Halaman Rumah Saya itu, dua pemangsa sedang berpesta,  Predator Child Grooming dan Predator Human Trafficking.
Mereka tidak datang dengan wajah monster. Tapi, sebagai sosok "pahlawan" digital,  "kakak" yang peduli, atau "investor" yang menjanjikan kemandirian ekonomi. Sehingga pada anak-anak dari keluarga yang retak (broken home) atau pun keluarga yang sedang tercekik kemiskinan, kehadiran para predator itu seperti cahaya di ujung lorong gelap. Padahal, mereka adalah api yang menghanguskan seluruh kehidupan anak-anak (yang menjadi korban).

Tragisnya, kejahatan Predator Child Grooming menjadi pintu gerbang menuju perbudakan modern. Anak-anak kita dilecehkan terlebih dahulu untuk dirusak mentalnya, agar nantinya mudah "dijual" lintas negara atau kota besar. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum; tapi adalah pembunuhan massal terhadap masa depan peradaban NTT.

Saat ini, mungkin Anda dan Saya masi bangga NTT adalah "Nusa Tertinggi Toleransi," tempat tali persaudaraan dan hukum adat menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.

Namun, di manakah martabat itu ketika Anda diam melihat anak-anak "jatuh matono di tanah berlumpur"? Apakah Anda terus berlindung di balik kemegahan Gedung-gedung Gereja, Paroki, atau tumpukan instruksi pejabat yang kosong?

Ingatlah! Perlindungan anak tidak bisa dilakukan dengan cara konvensional yang terputus-putus. Namun melalui Benteng Pertahanan. Benteng itu tidak dibangun dari semen dan besi, melainkan dari "batu bata hati" dan aliran darah kesadaran semua semua Anak Flobamora. Semuanya harus berani memutus rantai ketergantungan ekonomi dan digital yang diciptakan predator.

Katong Samua harus mengembalikan kehormatan Flobamora dengan satu komitmen mutlak bahwa  Anak NTT adalah milik bersama yang haram hukumnya untuk disakiti. Jangan tunggu anak atau cucu sendiri menjadi korban baru  berteriak. Jangan tunggu peradaban Flobamora mulai runtuh menuju kepunahan, baru Anda bergerak.

Sekarang saatnya basong, katong semua, berbicara dan bertindak. Hancurkan kolaborasi maut  pemangsa seksual dan pedagang orang. Mari kembalikan roh Flobamora sebagai rumah yang benar-benar aman untuk setiap anak manusia. Sebab, jika Anda dan Saya gagal menjaga satu nyawa anak NTT, maka itu artinya membiarkan seluruh peradaban Flobamora binasa.


Flobamora Melawan! Tak Ada Ruang untuk predator di Halaman Rumah Kita



Opa Jappy | Penggagas Kampanye Anti Predator Child Grooming