Film ini ditutup dengan salah satu kalimat paling ikonik dalam sejarah sinema modern. Ketika Andrew tampaknya kembali mengalami delusi (karena skenario role-play dianggap gagal dan ia terancam menjalani operasi lobotomi), ia menatap Dr. Sheehan dan berkata:
Mana yang lebih buruk? Hidup sebagai monster, atau mati sebagai orang baik?
Kalimat ini mengubah seluruh perspektif penonton. Andrew kemungkinan besar sebenarnya sudah sembuh dan sadar sepenuhnya. Namun, ia memilih untuk berpura-pura tetap gila agar ia bisa menjalani prosedur lobotomi (yang akan menghapus ingatannya). Bagi Andrew, hidup dengan kesadaran bahwa ia gagal menyelamatkan anak-anaknya dan telah membunuh istrinya jauh lebih menyakitkan daripada kehilangan pikirannya sendiri.
Mengapa Film Ini Wajib Ditonton?
Shutter Island bukan sekadar film misteri tentang mencari orang hilang. Ini adalah studi karakter yang mendalam tentang duka (grief), trauma, penyangkalan (denial), dan sejauh mana pikiran manusia bersedia melangkah untuk melindungi dirinya dari kenyataan yang terlalu mengerikan untuk dihadapi.
Dengan akting kelas atas dari Leonardo DiCaprio, arahan visioner Martin Scorsese, dan naskah yang dirancang dengan sangat detail, Shutter Island adalah tipe film yang menuntut Anda untuk menontonnya minimal dua kali. Saat Anda menontonnya kembali, Anda akan menyadari bahwa setiap detail kecil, tatapan mata para figuran, dan dialog di awal film adalah petunjuk berharga yang mengarah pada akhir ceritanya yang tragis.
Rating : 5/5 (sangat direkomendasikan!)