Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Satu Foto Keluarga dan Seumur Hidup Kerinduan

5 Juli 2026   13:32 Diperbarui: 5 Juli 2026   13:42 187 6 2

https://youtube.com/shorts/b8CAxj8H8CE?si=JmwKARCsZCtU3JMM

Satu Foto Keluarga, dan Seumur Hidup Kerinduan. Inilah Kisah Omjay dalamnMengenang Orang Tua dan Kakak Tercinta. Sebuah kisah nyata yang dituliskan Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay) untuk kompasiana tercinta.

https://youtu.be/8CEo7NDmeGU?si=WWzaZFkhWBGOfQs3

"Setiap keluarga memiliki album kenangan. Namun ada satu foto yang nilainya jauh melebihi emas. Sebab, ketika sebagian orang di dalamnya telah kembali kepada Allah, foto itu berubah menjadi jendela kerinduan."

Saya Omjaynmemandangi kembali sebuah foto keluarga yang diambil beberapa tahun lalu. Foto itu sederhana. Tidak di studio mewah. Tidak memakai pakaian seragam. Bahkan latar belakangnya hanyalah sebuah tembok biasa. Namun bagi saya, foto itu adalah harta yang tak ternilai harganya.

Di dalam foto itu ada enam bersaudara, anak-anak dari pasangan Achmad Abdullah dan Siti Khodijah. Senyum kami mengembang tanpa menyadari bahwa waktu akan membawa perubahan yang begitu besar. Kini, salah satu senyum itu hanya tinggal kenangan.

https://youtube.com/shorts/b8CAxj8H8CE?si=JmwKARCsZCtU3JMM

Kakak sulung kami, almarhum Dodi Achmad Fadillah, telah lebih dahulu dipanggil Allah Swt. Beliau meninggal karena serangan jantung sekitar 40 hari lalu.

Setiap kali melihat foto ini, hati saya selalu berkata, "Andai waktu bisa diputar kembali."
Namun saya sadar, hidup tidak pernah berjalan mundur.

Keluarga Sederhana yang Kaya Kasih Sayang

Saya, Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd., yang akrab disapa Omjay, adalah anak keempat dari enam bersaudara.

Urutan kami adalah:

Almarhum Dodi Achmad Fadillah (anak pertama)

Dwi Setiawaty (anak kedua)

Ata Sukawinata (anak ketiga)

Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay) (anak keempat)

Nunung Widianingsih (anak kelima)

Anita Yulianita (anak keenam)

Kami terdiri atas tiga laki-laki dan tiga perempuan.

Ayah kami, Achmad Abdullah, adalah seorang PNS di TNI Angkatan Laut. Beliau bukan orang yang banyak bicara. Namun setiap tindakannya mengajarkan arti tanggung jawab. Beliau selalu berangkat bekerja dengan penuh disiplin, seolah ingin menunjukkan kepada anak-anaknya bahwa rezeki yang halal harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh.

Sementara ibu kami, Siti Khodijah, adalah seorang perawat fisioterapi. Tangan beliau terbiasa membantu orang lain agar kembali sehat. Setelah bekerja seharian, beliau masih sempat memasak, mencuci, menemani kami belajar, bahkan menghibur kami ketika sedih.

Kami bukan keluarga yang bergelimang harta. Tetapi kami tumbuh dalam limpahan kasih sayang.

Ayah dan ibu tidak pernah memanjakan kami dengan kemewahan. Sebaliknya, mereka mendidik kami agar hidup sederhana, saling menghormati, dan tidak pernah meninggalkan ibadah.

Kini, ketika saya telah menjadi seorang guru dan memiliki keluarga sendiri, saya baru benar-benar memahami betapa berat perjuangan kedua orang tua kami.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2