Jandris_Sky
Jandris_Sky Mahasiswa

Kompasianer Terpopuler 2024 - 2025 Kompasiana Award Pelestari 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Pupuk Organik Cair Dari Fermentasi "Mbah Keruk"

5 Juli 2026   00:31 Diperbarui: 5 Juli 2026   00:31 167 23 9



Pupuk organik cair dari fermentasi "Mbah Keruk"

Siapa sangka, kulit jeruk yang biasanya langsung masuk ke tempat sampah ternyata masih punya nilai yang luar biasa. 

Setelah buahnya dinikmati karena rasanya yang segar dan kaya vitamin, kulitnya sering dianggap sebagai limbah yang tidak berguna. 

Padahal, jika diolah dengan cara yang tepat, kulit jeruk bisa berubah menjadi pupuk organik cair (POC) yang bermanfaat bagi tanaman sekaligus membantu mengurangi timbunan sampah organik.

Inovasi sederhana ini saya beri nama "Mbah Keruk", singkatan dari Limbah Kulit Jeruk.

Nama yang mudah diingat ini menjadi simbol bahwa sesuatu yang sering dianggap tidak berguna ternyata mampu memberikan manfaat besar bagi lingkungan.

Setiap hari, rumah tangga, pedagang jus, restoran, hingga pasar tradisional menghasilkan limbah kulit jeruk dalam jumlah yang tidak sedikit.

 Jika dibiarkan menumpuk, limbah organik tersebut akan membusuk dan menghasilkan bau tidak sedap. 

Bahkan, apabila tercampur dengan sampah lainnya, proses pengelolaannya menjadi semakin sulit.

Melalui proses fermentasi, limbah kulit jeruk dapat diubah menjadi pupuk organik cair yang kaya akan unsur hara dan senyawa alami.

Selain itu, kulit jeruk juga mengandung minyak atsiri, vitamin, serta berbagai senyawa organik yang baik untuk mendukung aktivitas mikroorganisme selama proses fermentasi.

Proses pembuatannya pun relatif mudah dan dapat dilakukan oleh siapa saja di rumah maupun di sekolah. 

Bahan-bahan yang diperlukan antara lain kulit jeruk, gula merah atau molase sebagai sumber makanan mikroba, air bersih, serta bioaktivator seperti EM4.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4