AKIHensa
AKIHensa Penulis

KAKEK yang hobi menulis hanya sekedar mengisi hari-hari pensiun bersama cucu sambil melawan pikun.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kini Setiap Lebaran Sudah Berbeda, tetapi Semangatnya Sama

27 Maret 2026   14:39 Diperbarui: 27 Maret 2026   15:08 202 12 6

Saling bermaafan di momen Lebaran keluarga (Foto Dokumentasi Pribadi). 
Saling bermaafan di momen Lebaran keluarga (Foto Dokumentasi Pribadi). 

Pada tahun 2026 ini, sudah 15 tahun setiap Lebaran memiliki nuansa yang berbeda meskipun semangatnya tetap sama. Sejak saya pensiun tahun 2011, saya memutuskan pulang kampung sehingga sejak itu tidak lagi ada acara mudik

Bahkan sejak anak-anak sudah mandiri berkeluarga, maka giliran merekalah yang melakukan mudik ke rumah orang tua. Lebaran demi Lebaran kami lalui dengan penuh haru, bahagia dan rasa syukur. 

Mudik kini diartikan dengan narasi lain. Bukan lagi pulang kampung atau istilah Jawa Timur mudik sebagai kependekan dari "mulih disik" yang artinya pulang dulu. 

Sekarang mudik diartikan sebagai kumpul keluarga dimana anak-anak dan cucu-cucu kumpul bersama pada hari Lebaran. Melakukan Salat Idul Fitri setelah itu kembali ke rumah untuk menikmati hidangan khas Lebaran dengan penuh suka cita. 

Tidak lupa sebelumnya melakukan acara sungkeman, saling memaafkan satu sama lain. Mendoakan agar anak-anak dan cucu-cucu selalu sehat dan sukses dalam mencapai semua yang dicita-citakan. 

Pada Lebaran kedua, acara silaturahim untuk keluarga besar dari 7 bersaudara. Kedua orang tua kami sudah wafat sehingga dalam acara keluarga besar hanya tinggal 7 anak-anak mendiang orang tua. 

Saya sebagai putra tertua dengan 6 adik-adik merasakan keharuan yang luar biasa, karena pada momen seperti ini kami selalu teringat mendiang kedua orang tua yang telah berjasa membesarkan kami. 

Rasa haru itu semakin menyentuh hati terdalam ketika melihat anak-anak sudah tumbuh dewasa dan mandiri. Mereka juga sudah memiliki putra dan putri. Sementara kami generasi pertama dari keluarga besar sudah mulai memasuki masa Lansia. 

Dalam suasana seperti ini hanya ada satu ungkapan perasaan yang harus diwujudkan yaitu bersyukur. Betapa Allah lah Yang Maha Pemberi semua kenikmatan dan kebahagiaan bagi keluarga ini. 

Kerukunan, kemesraan, dan kualitas persaudaraan tetap terjalin dengan baik. Walaupun kami berdomisili di berbagai kota yang berjauhan, tetapi komunikasi bukan hal yang menjadi kendala. Dunia digital memudahkan semua komunikasi berjalan dengan baik. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3