Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.

Forum Wartawan Hiburan (Forwan) Indonesia menampilkan sejumlah Perempuan Hebat untuk berbagi inspirasi di Hari Kartini. Antara lain, Niniek L. Karim, dosen Institut Kesenian Jakarta Nungki Kusumastuti, dan koreografer senior Ati Ganda.
Perempuan di-Empu-kan
Niniek L. Karim memiliki rekam jejak yang kuat. Baik di dunia akademik, di ranah film, maupun di peta teater modern Indonesia. Selasa, 28 April 2026 lalu, perempuan yang kini berusia 77 tahun itu, melangkah tegar sekaligus bersuara lantang di hadapan lebih dari 200 perempuan di auditorium Radio Republik Indonesia (RRI), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
tidak usah kau cari
di luar sana
masuklah ke dalam dirimu
ribuan buah-buahan terhampar
Petikan sajak penyair Robert Frost, yang sudah dimodofikasi oleh Niniek L. Karim itu, membuat para perempuan di aula tersebut, tercengang. Intinya, Niniek mengingatkan, perempuan pada dasarnya memiliki banyak potensi dalam dirinya, untuk dikembangkan.
Maka, bukanlah sesuatu yang berlebihan, kalau kemudian Niniek L. Karim lebih sreg menyebut Perempuan, dibandingkan Wanita. "Perempuan adalah sosok yang di-Empu-kan, merujuk kepada gelar kehormatan untuk seseorang yang memiliki keahlian," ungkap Niniek L. Karim.