Isson Khairul
Isson Khairul Jurnalis

Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Batavia Vs MC Utama, 1 Gol di Antara 2 Kartu Kuning

18 Juni 2026   10:12 Diperbarui: 18 Juni 2026   10:12 153 2 0

Sepak bola menyerang. Itulah yang ditunjukkan klub Batavia FC dan klub MC Utama FC, ketika mereka berlaga di Liga Soeratin Jakarta U-15. Laga itu berlangsung pada Minggu, 14 Juni 2026 lalu, di lapangan rumput sintetis Pancoran Soccerr Field 1, Jakarta Selatan.

Siaga Hingga Akhir

Batavia Vs MC Utama di laga Liga Soeratin Jakarta U-15 di Pancoran Soccerr Field, Jakarta Selatan. Foto: Isson Khairul
Batavia Vs MC Utama di laga Liga Soeratin Jakarta U-15 di Pancoran Soccerr Field, Jakarta Selatan. Foto: Isson Khairul

Ini partai ke-5 hari kedua di pekan pertama Liga Soeratin Jakarta U-15. Batavia dan MC Utama menunjukkan kelasnya, dibanding 4 partai sebelumnya. Kedua klub ini, sejak awal, langsung saling serang dengan taktik strategi masing-masing.

Di 30 menit babak pertama, kedua klub bermain imbang, dengan skor 0-0. Tentu, ini bukan suatu kebetulan. Apa yang terjadi di lapangan, menunjukkan bahwa official klub masing-masing telah sungguh-sungguh mempersiapkan team mereka, sebelum turun berlaga.

Memasuki babak kedua, kedua team masih tetap tampil dengan performa seperti sebelumnya. Sampai akhirnya, di menit ke-49, Muhammad Ajes dari MC Utama mendapat ganjaran kartu kuning dari wasit. Catatan waktu pelanggaran tersebut, sekaligus menunjukkan stamina pasukan MC Utama, sudah kedodoran.

Sebaliknya, stamina Batavia, juga mulai menurun, meski belum terbilang kedodoran. Dan, 8 menit kemudian, persisnya di menit ke-57, Mochamad Edialvatar dari Batavia, berhasil membobol gawang MC Utama, yang dijaga oleh Ammar Putra.

Gol itu bermula dari tendangan keras Muhammad Rakha Sumarna, dari luar kotak penalti. Bola membentur mistar gawang, lalu muntah, dan secepat kilat disongsong Mochamad Edialvatar. Momen 3 menit sebelum pertandingan berakhir tersebut, boleh dibilang sebagai gol yang tragis bagi MC Utama.

Sebaliknya, merupakan peluang emas bagi Muhammad Rakha Sumarna dan Mochamad Edialvatar. Itu sekaligus menunjukkan bahwa stamina dan konsentrasi kedua pemain Batavia tersebut, masih terjaga dengan baik. Mereka menjadi pahlawan di tengah kebuntuan yang berkepanjangan.          

Kedudukan menjadi 1-0 untuk Batavia, sekaligus memicu energi baru bagi klub asuhan Ranu Trisasongko tersebut. Anak Agunggede seolah terbakar untuk mempertebal keunggulan, tapi sayang terjebak pada pelanggaran, hingga ia dihadiahi kartu kuning oleh wasit di menit ke-59.

Sekali lagi, Batavia dan MC Utama menunjukkan kelasnya, dibanding 4 partai sebelumnya. Laga ini tentu saja bisa menjadi inspirasi bagi 14 klub peserta lainnya. Toh, waktu masih panjang untuk melakukan pembenahan di internal klub msing-masing.

Tanda Kesungguhan Pembinaan

Dari tribun penonton, Yosef Erwiyantoro tersenyum, ketika wasit meniup peluit panjang tanda laga tersebut berakhir. Ia adalah head of radiobola.co.id, yang menjadi penyelenggara Liga Soeratin Jakarta U-15 ini.

Ada 16 klub yang menjadi peserta, yang berasal dari Sekolah Sepak Bola (SSB) yang tersebar di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. "Pembinaan yang sungguh-sungguh sejak dini, tentu akan menumbuhkan potensi di tiap pemain. Kita patut mengapresiasi kesungguhan pembinaan di kedua klub tersebut," ujar Yosef Erwiyantoro, yang juga dikenal sebagai Cocomeo Cacamarica.

Bagaimanapun juga, basis Liga Soeratin Jakarta U-15 adalah kompetisi pembinaan yang intens serta menyeluruh. Untuk mencapai intensitas yang relevan, Liga Soeratin Jakarta U-15 ini, meliputi total 127 pertandingan di rentang waktu Juni hingga November 2026 mendatang.

Dengan demikian, tiap pemain di tiap klub, sama-sama mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri masing-masing. Melalui liga ini, klub dan pemain tentu saja akan menghadapi banyak kendala serta menemukan sebanyak mungkin solusi untuk mengatasinya.

"Kendala dan solusi adalah dua komponen penting dalam pembinaan sepak bola. Klub yang sungguh-sungguh, tentulah tak akan kehabisan energi dalam melakukan pembinaan," ungkap Yosef Erwiyantoro lebih lanjut.

Demikian pula dengan radiobola.co.id, yang mewadahi rangkaian pembinaan tersebut. Awalnya, tahun 2025 lalu, radio digital berbasis komunitas itu, menggelar Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2025, yang diikuti oleh 18 klub. Berlangsung dari April hingga November 2025.

Pramono Anung selaku Gubernur DKI Jakarta, mendukung, sekaligus meng-kick off liga itu, pada Minggu, 4 Mei 2025. Pak Gubernur mendorong, agar liga itu dikembangkan. Karena itulah, tahun 2026 ini, radiobola.co.id menggelar 2 liga sekaligus secara bersamaan, yaitu Liga Soeratin Jakarta U-15 dan Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026.

Untuk itu, Yosef Erwiyantoro mengucapkan terima kasih kepada Pramono Anung dan I Gede Widiade selaku owner Pancoran Soccerr Field. Terima kasih juga disampaikannya kepada Bank Jakarta dan PAM Jaya, yang telah men-support kedua liga tersebut.

Jakarta, 18 Juni 2026

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2