Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Bahkan untuk keluarga muda yang belum mempunyai anak, atau pasangan lansia seperti saya dan suami, camping ground Coban Rondo ini tetap bisa dimanfaatkan dengan nyaman.

Camping ground Coban Rondo, sebagaimana bumi perkemahan lainnya selalu dihubungkan dengan hal-hal mistis dan kejadian di luar nalar.
Seperti yang diceritakan Om Yanuar (45 tahun), beberapa tahun yang lalu, saat camping di sini bersama keluarga, putranya yang istimewa mengalami step saat camping karena mengambil tempat di bawah pohon beringin. Untung nya bisa diatasi sehingga situasi dan kondisi aman terkendali.
Begitu juga ada cerita mistis tentang salah satu toilet yang ada Mbak Kunti nya yang suka tertawa terkekeh-kekeh. Eh....
Benar atau tidak nya cerita mistis yang berhembus, tentunya yang terpenting kita harus selalu menghargai alam di sekitar kita. Baik alam tak kasat mata, maupun yang kasat mata dengan menjaga kelestarian alam dan tidak mengusik habitat makhluk hidup lain.
Sebaiknya kita tidak menebang pohon sembarangan, memotong ranting, atau membuang sampah yang tak terurai secara serampangan.

O, iya. Ingin ngumpul ngopi dan ngobrol bareng bestie sambil camping di bumi perkemahan Coban Rondo juga boleh-boleh saja. Yang penting tetap menjaga kelestarian alam.
Jangan lupa persiapkan payung, jas hujan dan fly sheet tenda biar aman dan nyaman saat turun hujan. Tidak basah...basah... basah (dangdutan nih). Selimut tebal juga ya, biar nggak kedinginan.