Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Berdasar Google Maps yang saya akses, Camping Ground (Bumi Perkemahan) Coban Rondo berlokasi di Sebahluh, Jl. Coban Rondo, Pandesari, Kec. Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65391. Kalau ingin berwisata ke air terjun Coban Rondo, masih sekitar 1,5-2 km lagi.
Saat itu, Jum at sore bakda ashar, Kami sampai di lokasi perkemahan 5th Anniversary CVI Jatim yang bertema fantastic. Pesertanya lebih dari 100 KR(kendaraan).
Sempat khawatir harus berdesak-desakan dengan peserta lain, ternyata saat melihat sendiri di lokasi jadi paham, kalau hanya menampung sekitar 100 KR bahkan lebih, tak masalah, karena tempatnya luas.

Kami hanya perlu membayar 150 ribu(member) dan 200 ribu non member untuk setiap kendaraan. Itu sudah termasuk gratis listrik dan toilet. Setidaknya 2 fasilitas vital itu tersedia di sini. Kalau ingin berwisata ke air terjun sudah tidak perlu membayar(lagi)
Di sini ada beberapa bangunan toilet yang setiap bangunan terdiri dari sekitar 10-12 toilet dan kamar mandi. Jadi hampir tidak pernah antri.
Sedang listrik dihasilkan oleh genset, jadi untuk waktu tertentu dimatikan. Kalau bisa ditanyakan jadwal genset dimatikan, dan kapan dihidupkan, sehingga tidak mengganggu aktifitas.
Meski begitu tidak terdapat Musala, sehingga kita harus membuat tempat salat sendiri dengan menggelar tikar/matras untuk menunaikan shalat.

Di samping bisa menjadi tempat perkemahan bersama komunitas, Camping Ground Coban Rondo juga ramah anak, sehingga bisa menjadi tempat camping keluarga. Anak-anak bebas main bola, berkejaran bersama teman sebaya , maupun keasyikan mengikuti permainan yang diciptakan oleh panitia.

Bahkan untuk keluarga muda yang belum mempunyai anak, atau pasangan lansia seperti saya dan suami, camping ground Coban Rondo ini tetap bisa dimanfaatkan dengan nyaman.

Camping ground Coban Rondo, sebagaimana bumi perkemahan lainnya selalu dihubungkan dengan hal-hal mistis dan kejadian di luar nalar.
Seperti yang diceritakan Om Yanuar (45 tahun), beberapa tahun yang lalu, saat camping di sini bersama keluarga, putranya yang istimewa mengalami step saat camping karena mengambil tempat di bawah pohon beringin. Untung nya bisa diatasi sehingga situasi dan kondisi aman terkendali.
Begitu juga ada cerita mistis tentang salah satu toilet yang ada Mbak Kunti nya yang suka tertawa terkekeh-kekeh. Eh....
Benar atau tidak nya cerita mistis yang berhembus, tentunya yang terpenting kita harus selalu menghargai alam di sekitar kita. Baik alam tak kasat mata, maupun yang kasat mata dengan menjaga kelestarian alam dan tidak mengusik habitat makhluk hidup lain.
Sebaiknya kita tidak menebang pohon sembarangan, memotong ranting, atau membuang sampah yang tak terurai secara serampangan.

O, iya. Ingin ngumpul ngopi dan ngobrol bareng bestie sambil camping di bumi perkemahan Coban Rondo juga boleh-boleh saja. Yang penting tetap menjaga kelestarian alam.
Jangan lupa persiapkan payung, jas hujan dan fly sheet tenda biar aman dan nyaman saat turun hujan. Tidak basah...basah... basah (dangdutan nih). Selimut tebal juga ya, biar nggak kedinginan.
Jangan lupa persiapkan senter juga, karena kabut berkali-kali turun membuat cuaca gelap meski di siang bolong. Biasanya diiringi hujan rintik-rintik, dan udara dingin menyerbu.
Yuk tonton video nya.
Sumber: YouTube @ Isti Yogiswandani channel