Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Seru-seruan sama tetangga? Mengapa tidak? Keakraban seperti ini tentunya bisa bisa mengeliminir adanya tetangga yang toxic. Alih-alih saling meracuni, pergaulan antar tetangga justru meningkatkan keakraban dan kerjasama satu sama lain. Inspiratif kan?
Itulah yang kali ini dilakukan Mamah-mamah RT 11 untuk mengatasi kejenuhan dan membuat variasi pertemuan RT 11 yang biasanya dilaksanakan di pendopo RT 11.
Sempat ragu karena waspada cuaca ekstrem, akhirnya pertemuan dilaksanakan meski sempat disapa mendung dan hujan rintik-rintik. Tapi Alhamdulillah aman terkendali, tidak terjadi hujan Ekstrem seperti yang dikhawatirkan.

Di samping menciptakan variasi, pertemuan ini juga dilakukan untuk menghadapi awal puasa yang biasanya giat pertemuan RT terjeda agar bisa lebih fokus menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Pertemuan rutin RT 11 hari Jumat, 06/02/2026 dilaksanakan di Lapangan Mberan karena lokasinya tidak jauh dari tempat tingga.
Di sini banyak hal yang bisa dilakukan bersama, seperti senam sebelum pertemuan, jalan santai keliling lapangan, atau menikmati keindahan lapangan Mberan yang sudah tertata indah.
Mengadakan pertemuan RT di luar wilayah bukan sekadar jalan-jalan biasa. Ini adalah strategi cerdas untuk memecah kejenuhan rutinitas warga yang biasanya hanya bertemu di pendopo RT.

1. Menghancurkan Sekat Sosial (Ice Breaking)
Di lingkungan formal, biasanya ada batasan antara pengurus RT dan warga, atau antar tetangga yang jarang bertegur sapa, dan mengatasi tetangga yang toxic. Suasana santai di alam atau tempat wisata membantu warga melepaskan "topeng" formalitas mereka.
Hasilnya komunikasi jadi lebih cair dan santai. Masalah lingkungan yang biasanya dibahas dengan tegang bisa diselesaikan dengan lebih kepala dingin dan keakraban bersama.