Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Sesungguhnya, semua perjalanan dan pengalaman saat mudik semua berkesan dengan kisah nya sendiri -sendiri. Pernah mobil mogok, jalan macet, sampai kebersamaan yang manis.
Lebaran 1 tahun lalu adalah mudik yang berkesan karena kami bisa bersama-sama melakukan ritual lebaran dalam formasi lengkap.
Dari Kakak sulung, Aku, Adek ketiga dan keempat, semua datang dalam formasi lengkap bersama keluarga.
Ritual lebaran yang pertama adalah salat Ied. Tapi saat itu formasi belum lengkap, karena adek ketiga berkunjung ke rumah mertua lebih dahulu, dan Aku juga melaksanakan salat Ied di Madiun.
Barulah usai salat Ied kami mudik. Biasanya kami bersilaturahmi bersama -sama ke tempat para sesepuh dan tetangga dekat.

Saat Lebaran plus 3, barulah kami bisa berkumpul dalam formasi lengkap. Kami bersama -sama nyekar ke tempat Mbah Buyut di Bencorejo sambil bersilaturahmi ke rumah kakak sepupu yang tinggal di dekat situ.
Generasi Ibu sudah habis, karena Ibu yang terakhir meninggal. Setelah itu tinggal generasi kami ke bawah. Membuat kami sudah jadi sesepuh.
Tapi kebetulan Almarhum Bapak adalah kakak bungsu, dan Ibu adalah anak bungsu, jadi dalam silsilah generasi, kami adalah keluarga termuda yang secara etika sebaiknya lebih baik mengunjungi daripada dikunjungi, itulah aturan dalam adat Jawa.
