Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025
4. Efek Psikologis (Green Exercise) Beraktivitas di ruang terbuka dengan udara segar terbukti secara ilmiah lebih efektif menurunkan tingkat stres dan kecemasan dibandingkan berolahraga di dalam ruangan tertutup.
5. Rendah Risiko (Low Impact)
Jalan kaki dan senam ritmik adalah jenis latihan beban tubuh yang ramah bagi sendi, sehingga cocok untuk segala usia, mulai dari anak muda hingga lansia.
Sangat mungkin. Bahkan, saat ini kita sudah melihat tanda-tandanya melalui beberapa pergeseran budaya berikut:
1. Rebranding Menjadi "Slow Living"
Dulu, olahraga dianggap sukses jika sangat melelahkan (no pain no gain).
Sekarang, ada tren Mindful Movement. Jalan kaki keliling lapangan dianggap sebagai bentuk meditasi bergerak yang selaras dengan gaya hidup slow living yang mengutamakan ketenangan mental.
2. Integrasi Teknologi dan Komunitas
Penggunaan aplikasi pelacak langkah dan jam tangan pintar membuat jalan kaki menjadi kompetisi yang seru (misalnya target 10.000 langkah sehari).
Komunitas-komunitas jalan sehat atau senam akhir pekan kini lebih mudah mengorganisir diri lewat media sosial.
3. Dukungan Infrastruktur Kota
Banyak kota yang mulai memperbanyak ruang terbuka hijau dan jalur pedestrian yang nyaman.
Hal ini secara otomatis mendorong masyarakat untuk menjadikan jalan kaki sebagai bagian dari mobilitas harian, bukan sekadar olahraga sesaat.
Bahkan lapangan desa yang nyaman seperti lapangan desa Krandegan yang menjadi fresh area ini pun kini menjadi trend tempat olahraga yang banyak diminati.