Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025
Usai foto-foto bersama buceng ikan segar yang tempat nya kita lewati, momen Hijrah kita sampai di kantor kecamatan ngebel, tempat aneka buceng berkumpul sebelum dipikul ke ruang upacara dan setelah nya dikirab keliling telaga, dan sebagian dilarung, sebagian dibagikan dan diperebutkan oleh pengunjung nantinya.

Buceng yang akan dikirab berupa buceng Hasil bumi sebagai simbol sedekah bumi. Memberikan hasil terbaik kepada alam dengan membagikan nya pada pengunjung yang datang berwisata maupun yang sengaja ingin menyaksikan acara kirab buceng dan larungan telaga ngebel.
Buceng merupakan hasil bumi dari 8 desa yang ada di kecamatan ngebel, instansi dan pemilik usaha buah, sayur, juga budidaya ikan.
Kami berenam datang awal, karena sudah ngecamp sejak pagi. Kita bisa foto di depan tulisan larung telaga ngebel. Tapi sudah bisa masuk gapura karena akses sudah ditutup untuk umum.

Sayangnya padatnya pengunjung membuat akses ke pusat acara menjadi sulit. Atraksi budaya dan jalannya acara tidak bisa disaksikan secara langsung dan jelas.
Sebenarnya di dekat gapura terpasang layar proyektor yang merekam jalannya acara. Tapi saat pengunjung berjubel, layar juga tidak kelihatan. Mungkin kalau diletakkan di posisi ketinggian, pengunjung bisa melihat layar dari jauh. Mungkin bisa menjadi masukan untuk acara selanjutnya.
Meski begitu, saat buceng dipikul beberapa orang menuju pusat acara, pengunjung bisa menyaksikan dari dekat.
Biar lebih jelas, simak videonya ya. Besok lanjut video berikutnya.