Isti  Yogiswandani
Isti Yogiswandani Lainnya

Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Mengintip Persiapan Larung Telaga Ngebel: Dari Buceng Hasil Bumi, Ikan Segar dan Aneka Buah

18 Juni 2026   21:06 Diperbarui: 18 Juni 2026   22:04 223 15 6

Buceng Ikan Segar yang unik dan banyak menarik perhatian pengunjung (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Buceng Ikan Segar yang unik dan banyak menarik perhatian pengunjung (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

"Ayuk jalan pagi!" Tante Monik mengajak jalan keliling telaga.

"Jalan-jalan sekedar nya saja, nanti keburu acaranya mulai!" Kata Tante Etik.

"Ya sudah, yuk berangkat, keburu siang!"

"Oke!"

Jadilah kami berenam berganti sepatu biar mudah dan lebih nyaman jalan-jalan. 

Ternyata jalanan mulai ramai, bahkan peserta kirab buceng mulai berdatangan.

Mbah Mul berpose sambil memikul ikan lele dan nila jumbo(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Mbah Mul berpose sambil memikul ikan lele dan nila jumbo(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

"Eh, Ayuk ikutan foto!" Tante Etik dan Mbah Mul minta ijin foto sambil memikul ikan nila dan lele jumbo yang sudah dipersiapkan. Sementara buceng ikan segar sudah diangkat ke mobil bak terbuka.

Kebetulan tempat pembuatan buceng ikan segar kita lewati, jadi bisa nebeng foto dan melihat dari dekat.

Buceng buah dan sayuran mulai memasuki halaman kantor kecamatan ngebel (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Buceng buah dan sayuran mulai memasuki halaman kantor kecamatan ngebel (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Usai foto-foto bersama buceng ikan segar yang tempat nya kita lewati, momen Hijrah kita sampai di kantor kecamatan ngebel, tempat aneka buceng berkumpul sebelum dipikul ke ruang upacara dan setelah nya dikirab keliling telaga, dan sebagian dilarung, sebagian dibagikan dan diperebutkan oleh pengunjung nantinya.

Aneka buceng berkumpul di halaman kecamatan ngebel (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Aneka buceng berkumpul di halaman kecamatan ngebel (Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Buceng yang akan dikirab berupa buceng Hasil bumi sebagai simbol sedekah bumi. Memberikan hasil terbaik kepada alam dengan membagikan nya pada pengunjung yang datang berwisata maupun yang sengaja ingin menyaksikan acara kirab buceng dan larungan telaga ngebel.

Buceng merupakan hasil bumi dari 8 desa yang ada di kecamatan ngebel, instansi dan pemilik usaha buah, sayur, juga budidaya ikan.

Kami berenam datang awal, karena sudah ngecamp sejak pagi. Kita bisa foto di depan tulisan larung telaga ngebel. Tapi sudah bisa masuk gapura karena akses sudah ditutup untuk umum.

Masih bisa Selfi, hehehe...(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)
Masih bisa Selfi, hehehe...(Dokumentasi pribadi: Isti Yogiswandani)

Sayangnya padatnya pengunjung membuat akses ke pusat acara menjadi sulit. Atraksi budaya dan jalannya acara tidak bisa disaksikan secara langsung dan jelas.

Sebenarnya di dekat gapura terpasang layar proyektor yang merekam jalannya acara. Tapi saat pengunjung berjubel, layar juga tidak kelihatan. Mungkin kalau diletakkan di posisi ketinggian, pengunjung bisa melihat layar dari jauh. Mungkin bisa menjadi masukan untuk acara selanjutnya.

Meski begitu, saat buceng dipikul beberapa orang menuju pusat acara, pengunjung bisa menyaksikan dari dekat.

Biar lebih jelas, simak videonya ya. Besok lanjut video berikutnya.


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2