Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025
-Arena yang Licin : Peserta tidak hanya berfokus memukul lawan dengan bantal guling, tetapi juga harus berjuang menjaga keseimbangan di atas pipa yang licin.
-Jatuh yang Menyegarkan: Saat peserta kehilangan keseimbangan dan jatuh, tubuh mereka langsung mendarat di air jernih yang menyegarkan, menciptakan cipratan besar yang disambut sorak-sorai penonton.
-Aturan Sederhana: Kriterianya jelas dan cepat: siapa yang bertahan paling akhir di atas batang pipa tanpa terjatuh ke air dialah pemenangnya.

Karena para peserta terlalu sering melepaskan gulingnya saat terasa berat agar tidak mengganggu keseimbangan, untuk lomba di New Tweety ini ditambah satu aturan, jika guling yang dipegang jatuh, atau lepas dari tangan sampai 3 kali, maka peserta didiskualifikasi dan dinyatakan kalah.
Manfaat dan Kekurangan
Manfaat
-Melatih Keseimbangan dan Sensori Motorik: Menuntut koordinasi mata, tangan, dan tubuh secara intensif.
-Menghilangkan Stres: Tawa lepas dari peserta maupun penonton menjadi sarana hiburan yang efektif.
-Aman dari Benturan Keras: Jatuh ke air meminimalkan risiko cedera akibat benturan keras dibanding jatuh ke tanah.
Kekurangan
-Risiko Tertelan Air/Tergelincir: Peserta bisa tersedak air kolam saat jatuh mendadak atau terbentur batang jika kurang berhati-hati.
-Bantal Menjadi Berat: Bantal guling yang basah kuyup menyerap air, sehingga menjadi jauh lebih berat dan sulit diayunkan.

Kehadiran lomba ini memberikan dorongan energi ekstra bagi anak-anak yang berenang di sekitarnya. Sorak-sorai riuh rendah terdengar setiap kali ada peserta yang goyah.
Anak-anak dengan gembira berenang mendekati area cipratan, menunggu momen peserta jatuh untuk ikut merasakan sensasi ombak buatan. Lomba perang bantal guling di atas kolam renang bukan sekadar kompetisi, melainkan momen kebersamaan yang menghadirkan keceriaan bagi siapa saja yang terlibat.

Selain lomba perang bantal/guling di New Tweety juga ada karaoke bagi para pencinta musik dan bernyanyi. Bu RT dengan penuh semangat mengundang para mamah RT 11 untuk ikut karaoke. Tapi keramaian lomba membuat para mamah tidak mendengar seruan Bu RT. Bu RT akhirnya menyanyi sendiri dengan merdu mendendangkan bukit berbunga nya Jayanti Mandasari.
Kayaknya seru banget ya, suasananya. Yuk kita simak videonya saja, biar bisa ikut perang bantal, berenang, dan karaokean, hehehe....