Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Ya, pada masa itu, sisa hari setelah pernyataan Kemerdekaan Indonesia, nyaris tanpa Catatan Sejarah, namun kontras dengan 18 Agustus 1945. Riak-riak, seruan, teriakan, dan semangat Sudah Merdeka dan mempertahankan Kemerdekaan, membuat banyak keputusan PPKI diputuskan dengan cara mufakat, kebersamaan, serta mengutamakan persatuan dan kesatuan sebagai Bangsa dan Rakyat Indonesia; yang di dalamnya meniadakan kepentingan golongan dan kelompok apa pun.
Dan, mulai saat itulah, 18 Agustus 1945, para pemuka Bangsa dan Negara meletakan dasar-dasar dan tiang-tiang untuk membangun Bangsa dan Negara; yang kemudian pada masa kini disebut Negara Kesatuan Republik Indonesia.
So, pada sikon kekinian, saatnya semua anak bangsa, dari Sabang hingga Merauke serta Sangir sampai Rote, terus menerus mempertahankan dan mengisi Kemerdekaan tersebut. Itu tugas kita, Anda dan saya.
Cukuplah
Opa Jappy | Indonesia Hari Ini