Freelancer, suka traveling, dan kuliner. Nominee best in citizen journalism 2024 Nominee best in storytelling 2025

Pada Sabtu dan Minggu, 3-4 Oktober ini, Om Pur bersama komunitas overland 365 mengajak komunitas CAF Mampiro untuk berpartisipasi dalam acara baksos dan camping wisata di Selo Ondo Ngawi.
Berhubung kami berdua belum sepenuhnya sembuh dari batuk yang terkadang masih kambuh, kami memutuskan untuk datang ke lokasi untuk berwisata, tapi tidak menginap untuk camping, jadi datang pagi, dan sorenya kami memutuskan untuk pulang.
Camping ground Selo Ondo Ngawi dan kolam renang ini berlokasi di Dusun Ngrayudan, Desa Jogorogo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Berada di ketinggian lereng Gunung Lawu, tempat ini berjarak sekitar 25 km ke arah selatan dari pusat kota Ngawi, tapi terletak di lereng Utara Gunung Lawu.
Kebetulan suami cukup mengenal tempat wisata ini meski belum pernah ke sana, jadi perjalanan kami cukup cepat dan lancar, hanya sekitar 1 jam lebih dari rumah saya ke lokasi.
Di balik rimbunnya hutan pinus yang menyelimuti lereng Gunung Lawu sisi utara, terhampar sebuah kawasan wisata alam yang menyajikan kesegaran alami sebuah tempat wisata. Bumi Perkemahan Selo Ondo atau yang sering disapa warga lokal sebagai Selondo menjadi jawaban sempurna bagi kita yang merindukan aroma alam yang kental, sejuknya desir angin pegunungan, dan gemericik air sungai yang dingin, segar dan jernih.
Asal-usul Nama
Nama "Selo Ondo" diambil dari bahasa Jawa:
- Selo berarti batu.
- Ondo berarti tangga.
Dinamakan demikian karena di area aliran sungai tempat wisata ini, terdapat bebatuan alam besar yang tersusun secara alami bertingkat-tingkat menyerupai anak tangga (ondo). Formasi batu bertangga alami yang dialiri air pegunungan jernih inilah yang menjadi cikal bakal penamaan kawasan wisata tersebut.
Karena kami tidak berniat camping dan hanya berwisata kami hanya ditarik HTM kolam renang dan parkir mobil. Untuk HTM renang, sebesar 5 ribu/orang yang dikelola Desa. Sedang parkir mobil 5 ribu/unit.

Jika kita berniat camping, ada tambahan biaya retribusi kebersihan/kemah yang ramah kantong jika ingin bermalam, sekitar 25 ribu/tenda.
(Catatan: Harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pengelola).
Dengan adanya tempat wisata kolam renang dan bumi perkemahan, bisa memberikan tambahan penghasilan bagi warga dengan memberi kesempatan berjualan di lokasi wisata.

Salah satu warga yang mendapat penghasilan dari berjualan pentol dan bakso adalah Bu Indah(45), bukan nama sebenarnya. Beliau berjualan bakso dan pentol lumayan laris karena harganya ramah di kantong.
"Untuk pentol, boleh beli 2 ribu/3 ribu pakai plastik. Kalau bakso bisa 5 ribu/10 ribu pakai mangkok", begitu penjelasan Bu Indah. Tak heran jualan nya banyak diminati pengunjung termasuk saya dan suami.

-Camping di Bumi Perkemahan (Camping Ground) Selo Ondo memberikan pengalaman yang menarik bagi anak-anak dan keluarga, juga bisa bebas berenang. Di lokasi kolam renang juga tersedia toilet yang cukup banyak, musala, dan warung minuman dan jajanan.
- Bisa menikmati keindahan dan main air di sungai bebatuan alami dengan aliran air yang sejuk dan jernih.
-Bisa menikmati kopi dengan harga bersahabat, atau memasak air sendiri saat camping.

-Piknik dan Rehat Keluarga: Menyewa gelaran tikar di bawah naungan pepohonan rindang sembari menikmati perbekalan.
-Hunting Foto dan Swafoto: Terdapat jembatan kayu, spot foto berlatar hutan pinus, serta panorama tebing batu yang sangat instagenic.
-Bisa menjelajah Alam (Trekking Short Distance): Menyusuri jalan setapak di sekitar lereng hutan pinus yang asri.
-Formasi Alam Autentik: Aliran sungai bertangga batu alami memberikan pemandangan indah yang jarang ditemukan di bumi perkemahan lain.

Udara Sejuk nan Asri: Berada di kaki Gunung Lawu menjadikan udaranya bebas polusi dan terasa sangat menyegarkan. Ini juga yang membuat saya dan suami nyaman tertidur di salah satu gazebo dibelai sejuknya angin pegunungan Selo Ondo.
- Fasilitas Cukup Lengkap: Sudah dilengkapi area parkir, toilet/kamar mandi bersih, musala, warung-warung makan warga lokal, serta gazebo untuk bersantai.
-Ekonomis: Destinasi wisata alam serba ada dengan harga yang sangat ramah bagi kantong pelajar, mahasiswa, maupun keluarga. Saya membeli segelas besar jeruk hangat(dari minuman saset) hanya 3 ribu rupiah.
- Cuaca Musim Hujan: Harap bersiap dan selalu waspada terhadap potensi arus air sungai yang tiba-tiba meluap (banjir bandang) jika cuaca di puncak Gunung Lawu sedang hujan deras.
-Jalanan Licin: Batuan sungai dan jalan setapak penuh lumut bisa sangat licin, gunakan alas kaki (sandal/sepatu gunung) bernapak kuat.
- Suhu Dingin di Malam Hari: Jika berencana untuk camping, pastikan membawa jaket tebal, sleeping bag, serta peralatan hangat yang memadai.
- Jaga Kebersihan: Karena berada di kawasan hutan dan sumber air alami, selalu bawa pulang sampah plastik kita demi menjaga kelestarian alam Ngrayudan.
Yuk simak videonya juga ya....