Jandris_Sky
Jandris_Sky Mahasiswa

Kompasianer Terpopuler 2024 - 2025 Kompasiana Award Pelestari 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

"Zero Waste" Sulap Limbah Genteng Menjadi Raised Bed, Solusi Berkebun Ramah Lingkungan

6 Juli 2026   07:50 Diperbarui: 6 Juli 2026   07:50 225 18 4


Zero Waste: Sulap Limbah Genteng Menjadi Raised Bed, Solusi Berkebun Ramah Lingkungan yang Murah dan Produktif.

Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, konsep Zero Waste semakin banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Prinsipnya sederhana, yaitu meminimalkan sampah dengan memanfaatkan kembali barang yang masih memiliki nilai guna. 

Salah satu contoh yang menarik adalah mengubah limbah genteng menjadi raised bed atau bedeng tanam. 

Inovasi sederhana ini tidak hanya membantu mengurangi limbah konstruksi, tetapi juga menciptakan ruang hijau yang produktif.

Saat sebuah rumah direnovasi atau bangunan dibongkar, genteng yang retak atau pecah sering kali dianggap tidak berguna. 

Kebanyakan limbah tersebut berakhir di tempat pembuangan atau hanya menumpuk di sudut halaman. 

Padahal, material berbahan tanah liat ini memiliki daya tahan yang tinggi dan masih sangat layak dimanfaatkan sebagai pembatas area tanam.

Raised bed merupakan bedeng tanam yang dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah. 

Sistem ini semakin populer karena mampu memberikan banyak keuntungan. Tanah menjadi lebih gembur, sistem drainase lebih baik, pertumbuhan akar tanaman lebih optimal, serta proses perawatan menjadi lebih mudah. 

Selain itu, kebun juga tampak lebih rapi dan menarik dipandang. Biasanya raised bed dibuat menggunakan kayu, bata, atau beton. 

Namun, penggunaan limbah genteng menghadirkan solusi yang lebih ramah lingkungan sekaligus lebih hemat biaya. 

Kita tidak perlu membeli material baru karena memanfaatkan barang yang sebelumnya dianggap sampah.

Proses pembuatannya cukup mudah. Pertama, kumpulkan genteng bekas yang masih cukup utuh. Bersihkan dari tanah, lumut, dan sisa semen agar lebih rapi saat disusun. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3