Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Sertifikat Guru Penggerak Sudah Tak Lagi Dipakai, Tetapi Ilmunya Tetap Menggerakkan

6 Juli 2026   16:01 Diperbarui: 6 Juli 2026   18:36 160 7 3

Ilustrasi artikel/ChatGPT
Ilustrasi artikel/ChatGPT

Sertifikat Guru Penggerak Sudah Tak Lagi Dipakai, Tetapi Ilmunya Tetap Menggerakkan. Inilah Kisah Omjay Belajar Menjadi Guru yang Terus Bertumbuh. Sebuah kisah nyata yang dituliskan oleh: Wijaya Kusumah (Omjay) untuk kompasiana.

"Jangan terlalu bangga pada selembar sertifikat. Banggalah jika ilmu yang diperoleh dari proses mendapatkannya terus memberi manfaat bagi orang lain."

Kalimat itu terus terngiang di benak saya ketika membuka kembali lemari tempat menyimpan berbagai dokumen penting. Di antara map-map berisi piagam penghargaan, sertifikat seminar, sertifikat pelatihan, hingga penghargaan sebagai narasumber, terselip sebuah dokumen yang pernah sangat saya banggakan. Sertifikat Guru Penggerak.

https://www.youtube.com/watch?v=kglAu5RVMMA

Saya mengusap perlahan map berwarna bening itu. Sertifikat tersebut masih tersimpan rapi. Tintanya belum pudar. Kertasnya masih utuh. Namun, saya menyadari bahwa hari ini sertifikat itu tidak lagi menjadi syarat utama untuk menduduki jabatan tertentu atau memperoleh penugasan sebagaimana dulu. Aturan berubah. Kebijakan pendidikan berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

Lalu, apakah sertifikat itu menjadi sia-sia? Saya tersenyum sendiri. Jawabannya Tidak. Hal yang mungkin tidak lagi digunakan adalah sertifikatnya. Tetapi ilmu, pengalaman, cara berpikir, serta nilai-nilai yang saya pelajari selama mengikuti Pendidikan Guru Penggerak justru semakin terasa manfaatnya hingga hari ini.

Proses yang Mengubah Cara Pandang

Menjadi Guru Penggerak bukan perjalanan yang mudah. Saya masih ingat bagaimana harus membagi waktu antara mengajar, mendampingi keluarga, menyelesaikan tugas-tugas pelatihan, berdiskusi dengan fasilitator, hingga membuat aksi nyata di sekolah.

Banyak malam yang saya habiskan di depan laptop ketika orang-orang sudah terlelap. Banyak akhir pekan yang seharusnya menjadi waktu beristirahat justru saya gunakan untuk membaca modul, berdiskusi dengan teman seangkatan, dan menyiapkan presentasi.

Saat itu saya tidak mengejar sertifikat. Saya mengejar perubahan. Saya ingin menjadi guru yang lebih baik daripada hari kemarin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5