Setelah itu, masukkan potongan kulit melon ke dalam ember atau jerigen yang memiliki penutup rapat.
Tambahkan sekitar satu liter air bersih, 100 hingga 200 mililiter molase atau gula merah cair sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme, kemudian masukkan sekitar 10 mililiter larutan aktivator seperti EM4.
Aduk hingga semua bahan tercampur rata, lalu tutup rapat wadah tersebut.
Selama proses fermentasi, simpan wadah di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung.
Bukalah tutup wadah setiap satu atau dua hari sekali selama beberapa detik untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi.
Setelah sekitar 10 hingga 14 hari, cairan akan berubah warna menjadi kecokelatan dengan aroma asam manis yang khas. Jika sudah seperti itu, pupuk organik cair siap disaring dan digunakan.
Cara penggunaannya juga cukup sederhana.
Larutkan pupuk organik cair dengan air menggunakan perbandingan sekitar 1:10 atau sesuai kebutuhan tanaman.
Selanjutnya, siramkan ke media tanam atau semprotkan pada daun di pagi maupun sore hari.
Penggunaan secara rutin dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki pertumbuhan akar, serta membuat tanaman menjadi lebih sehat.
Keunggulan pupuk organik cair dari limbah kulit melon tidak hanya terletak pada kandungan nutrisinya.
Pupuk ini juga membantu meningkatkan aktivitas mikroorganisme baik di dalam tanah sehingga struktur tanah menjadi lebih gembur dan mampu menyimpan air dengan lebih baik.
Tanaman pun dapat menyerap unsur hara secara lebih optimal.