
Tahapan berikutnya adalah proses pencacahan. Tutup botol dipotong menjadi serpihan-serpihan kecil menggunakan mesin pencacah atau alat pemotong sederhana.
Cacahan berukuran kecil lebih mudah dipanaskan dan menghasilkan kepadatan yang lebih baik ketika dicetak.

Di sinilah heat gun mulai berperan. Cacahan plastik yang telah dimasukkan ke dalam cetakan dipanaskan secara perlahan menggunakan hembusan udara panas.
Saya biasanya menggerakkan heat gun secara perlahan agar seluruh permukaan mendapatkan panas yang merata.

Pemanasan dilakukan secara bertahap. Tujuannya bukan untuk membakar plastik, melainkan membuat cacahan mulai melunak hingga saling menyatu.
Ketika suhu terlalu tinggi atau terlalu lama diarahkan pada satu titik, plastik dapat berubah warna, mengeluarkan asap, bahkan mengalami degradasi kualitas.
Karena itu, proses ini membutuhkan kesabaran dan ketelitian.
Pengaturan suhu yang tepat akan menghasilkan permukaan yang lebih halus, kuat, dan memiliki tampilan yang menarik.
Selain mudah digunakan, heat gun juga memiliki beberapa keunggulan. Alat ini relatif hemat energi dibandingkan penggunaan oven besar untuk produksi skala kecil. Bentuknya yang ringkas membuatnya mudah dipindahkan dan cocok digunakan di bengkel daur ulang, sekolah, maupun pelatihan masyarakat.