Jandris_Sky
Jandris_Sky Mahasiswa

Kompasianer Terpopuler 2024 - 2025 Kompasiana Award Pelestari 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Tak Punya Lahan Luas? Budikdamber Jadi Solusi Ketahanan Pangan Keluarga

12 Agustus 2026   17:21 Diperbarui: 12 Agustus 2026   17:21 151 9 1

Budikdamber juga dapat menjadi sarana memanfaatkan barang yang masih layak pakai. Ember bekas yang aman dan bersih bisa digunakan kembali. Gelas plastik bekas dapat dimanfaatkan sebagai wadah tanaman setelah dibersihkan dan diberi lubang sesuai kebutuhan. Prinsip seperti ini sejalan dengan semangat penggunaan kembali barang dan pengurangan sampah.

Namun, Budikdamber bukan berarti tanpa perawatan. Air harus diperhatikan secara rutin. Pemberian pakan ikan juga tidak boleh berlebihan karena sisa pakan dapat memengaruhi kualitas air. Ember sebaiknya ditempatkan di lokasi yang mendapatkan pencahayaan cukup, tetapi tetap memperhatikan kondisi suhu dan lingkungan sekitar.

Kepadatan ikan juga perlu diperhitungkan. Jangan karena ingin mendapatkan banyak ikan, ember justru diisi terlalu padat. Kondisi tersebut dapat membuat ikan stres dan kualitas air lebih cepat menurun. Prinsipnya sederhana: lebih baik sedikit tetapi terawat daripada banyak tetapi tidak terkendali.

Selain untuk konsumsi keluarga, Budikdamber juga berpotensi menjadi kegiatan produktif. Jika dikelola dengan baik, hasil ikan atau sayuran yang berlebih dapat dibagikan kepada tetangga atau dijual dalam skala kecil. Dari sini, kegiatan sederhana di rumah bahkan bisa berkembang menjadi peluang usaha.

Menariknya lagi, Budikdamber dapat dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di perkotaan. Ketika harga pangan mengalami perubahan, memiliki sumber pangan alternatif di rumah tentu memberikan manfaat tersendiri. Memang hasilnya mungkin belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan keluarga, tetapi setidaknya ada sebagian pangan yang bisa dihasilkan secara mandiri.

Pada akhirnya, Budikdamber bukan sekadar teknik memelihara ikan dalam ember. Lebih dari itu, metode ini mengajarkan kita untuk melihat keterbatasan sebagai peluang. Lahan sempit bukan alasan untuk berhenti mencoba menghasilkan pangan sendiri.

Budikdamber bisa menjadi langkah sederhana menuju ketahanan pangan keluarga. Dari sebuah ember, kita belajar memelihara kehidupan, memanfaatkan ruang yang tersedia, mengurangi ketergantungan, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Tidak perlu menunggu punya lahan luas. Mulailah dari apa yang ada di rumah, karena ketahanan pangan keluarga bisa dimulai dari langkah kecil hari ini.

Referensi: Akun YouTube Jandris_Sky

https://youtube.com/@jejakhijau73?si=6hEBeUD39irfyi-3

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2