Jandris_Sky
Jandris_Sky Mahasiswa

Kompasianer Terpopuler 2024 - 2025 Kompasiana Award Pelestari 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Jangan Buang Kulit Jagung! Ubah Menjadi Kemasan Alami Ramah Lingkungan

20 Agustus 2026   23:36 Diperbarui: 20 Agustus 2026   23:36 196 1 1


Jangan Buang Kulit Jagung! Ubah Menjadi Kemasan Alami Ramah Lingkungan

Kalau membeli jagung, biasanya yang dicari adalah bijinya. Kulit jagung atau klobotnya? 

Sering kali langsung dibuang begitu saja. Padahal, di balik tampilannya yang sederhana, kulit jagung memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi berbagai produk kreatif, termasuk kemasan alami ramah lingkungan.

Kemasan alami dari kulit jagung ramah lingkungan. (Sumber foto: Berkah Snack02/Lazada)
Kemasan alami dari kulit jagung ramah lingkungan. (Sumber foto: Berkah Snack02/Lazada)

Di tengah persoalan sampah plastik yang semakin menjadi perhatian, mencari alternatif kemasan yang lebih bersahabat dengan lingkungan menjadi langkah yang menarik. Tidak harus selalu menggunakan teknologi canggih. Kadang, solusinya justru ada di sekitar kita, termasuk dari limbah pertanian yang selama ini dianggap tidak berguna.

Kemasan alami dari kulit jagung ramah lingkungan. (Sumber foto: Berkah Snack02/Lazada)
Kemasan alami dari kulit jagung ramah lingkungan. (Sumber foto: Berkah Snack02/Lazada)

Dari Limbah Pertanian Menjadi Produk Bernilai

Kulit jagung merupakan bagian dari tanaman jagung yang berfungsi melindungi tongkol dan bijinya. Setelah jagung dikupas, bagian ini biasanya menumpuk sebagai limbah. Jika tidak dimanfaatkan, kulit jagung dapat dibakar atau dibiarkan membusuk.

Kemasan alami dari kulit jagung ramah lingkungan. (Sumber foto: Berkah Snack02/Lazada)
Kemasan alami dari kulit jagung ramah lingkungan. (Sumber foto: Berkah Snack02/Lazada)

Padahal, karakter kulit jagung cukup menarik. Setelah dibersihkan dan dikeringkan, teksturnya menjadi lebih kuat dan mudah dibentuk. Inilah yang membuat kulit jagung dapat dikembangkan sebagai bahan kerajinan maupun bahan pembungkus untuk produk tertentu.

Konsep sederhana ini sebenarnya sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular. Limbah tidak langsung dianggap sebagai sampah, tetapi dicari cara agar dapat digunakan kembali dan memiliki nilai tambah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4