Khoirul Taqwim
Khoirul Taqwim Lainnya

Peneliti Tentang Kemasyarakatan

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Lagu - Air Mata Terakhir

20 Agustus 2026   17:42 Diperbarui: 20 Agustus 2026   17:42 131 0 0



Saat kuhubungi di malam yang gelap,
Kuluapkan segala resah yang penat,
Tentang dirimu yang bukanlah takdir,
Namun harapanmu membuatku terus berpikir.

Perhatianmu kuanggap sebuah rasa,
Kukira cinta tumbuh di antara kita,
Namun perhatianmu ternyata semu,
Seperti racun yang terlihat seperti madu.

Hingga aku jatuh tertatih-tatih,
Tak mampu berdiri menahan pedih,
Rasa yang engkau beri begitu dalam,
Menusuk jiwa hingga hati tenggelam.

Mungkin aku tak ingin bertemu lagi,
Namun kenangan telah melekat di diri,
Namamu terlanjur merasuk dalam jiwa,
Meninggalkan luka yang tak mudah sirna.

Air mata terakhir jatuh perlahan,
Menjadi saksi sebuah perpisahan,
Membasahi lembaran kisah kehidupan,
Tentang rasa yang berakhir kehilangan.

Kini biarlah aku berjalan sendiri,
Menyembuhkan luka di dalam hati,
Tak semua perhatian berarti cinta,
Kadang hanya harapan yang berujung luka.

Air mata terakhir menjadi penutup,
Kisah tentang rasa yang pernah hidup,
Jika memang engkau bukanlah takdir,
Kan kulepaskanmu meski hati masih getir.