Jandris_Sky
Jandris_Sky Mahasiswa

Kompasianer Terpopuler 2024 - 2025 Kompasiana Award Pelestari 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Hujan Tak Kunjung Datang, Lahan Pertanian Dilanda Kekeringan

24 Agustus 2026   21:49 Diperbarui: 24 Agustus 2026   21:49 201 6 0


Hujan Tak Kunjung Datang, Lahan Pertanian Dilanda Kekeringan

Hujan tak kunjung datang, sementara lahan pertanian mulai dilanda kekeringan. 

Kondisi seperti ini tentu membuat petani harus lebih waspada. Tanah yang biasanya lembap perlahan berubah menjadi keras dan retak. 

Tanaman yang membutuhkan cukup air mulai menunjukkan tanda-tanda kekurangan air, seperti daun menguning, layu, bahkan pertumbuhannya terhenti.

Hujan tak kunjung datang, lahan pertanian mulai mengering dan tanaman terancam kekurangan air. (Sumber foto: Jandris_Sky)
Hujan tak kunjung datang, lahan pertanian mulai mengering dan tanaman terancam kekurangan air. (Sumber foto: Jandris_Sky)

Bagi petani, air bukan sekadar pelengkap dalam kegiatan bercocok tanam. Air merupakan salah satu kebutuhan utama agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Ketika hujan tidak turun dalam waktu yang cukup lama, persoalan yang muncul bukan hanya tanaman kekurangan air, tetapi juga menyangkut biaya produksi dan hasil panen.

Kekeringan di lahan pertanian memang bukan persoalan baru. Setiap tahun, sejumlah wilayah menghadapi kondisi serupa ketika musim kemarau berlangsung cukup panjang. Namun, perubahan cuaca yang sulit diprediksi membuat petani semakin dituntut untuk mampu beradaptasi.

Bayangkan saja, petani sudah menyiapkan benih, mengolah tanah, membeli pupuk, dan mengeluarkan tenaga untuk merawat tanaman. Harapannya tentu sederhana: ketika musim panen tiba, hasil pertanian dapat memberikan keuntungan. Tetapi jika air tidak tersedia, semua usaha tersebut bisa menghadapi risiko gagal panen.

Tanaman padi misalnya, membutuhkan ketersediaan air yang cukup terutama pada fase-fase tertentu pertumbuhannya. Ketika sawah mengalami kekeringan, tanaman dapat tumbuh tidak optimal. Kondisi yang lebih parah bahkan dapat menyebabkan sebagian tanaman mati.

Tidak hanya padi. Tanaman sayuran, jagung, cabai, ketimun, dan berbagai komoditas lainnya juga menghadapi persoalan ketika tanah terlalu kering. Tanaman yang kekurangan air biasanya mengalami pertumbuhan lebih lambat. Produktivitas pun dapat menurun.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3