Jandris_Sky
Jandris_Sky Mahasiswa

Kompasianer Terpopuler 2024 - 2025 Kompasiana Award Pelestari 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Urban Farming Tak Harus Punya Lahan Luas, Benarkah?

29 Agustus 2026   22:11 Diperbarui: 29 Agustus 2026   22:11 406 20 4

Dari beberapa pot kecil itu, kita bisa belajar mengenal karakter tanaman, kebutuhan air, media tanam, pupuk, hingga pengendalian hama. Kalau sudah terbiasa, jumlah tanaman bisa ditambah secara perlahan.

Bisa Menanam Secara Vertikal

Salah satu cara menarik untuk mengatasi keterbatasan lahan adalah menggunakan sistem vertikal. Konsep ini memungkinkan tanaman ditanam ke atas sehingga tidak membutuhkan area tanah yang luas.

Rak bertingkat bisa menjadi pilihan sederhana. Pot-pot tanaman ditempatkan pada setiap tingkat rak sehingga beberapa tanaman dapat tumbuh dalam satu area yang relatif kecil.

Dinding atau pagar juga dapat dimanfaatkan. Dengan menggunakan pot gantung atau wadah tanam yang disusun secara vertikal, ruang kosong dapat berubah menjadi kebun mini.

Konsep seperti ini cocok diterapkan di rumah perkotaan. Selain menghasilkan tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, keberadaan tanaman juga membuat lingkungan rumah terlihat lebih hijau dan segar.

Hidroponik Juga Bisa Jadi Pilihan

Selain menggunakan tanah, urban farming juga dapat dilakukan dengan metode hidroponik. Sistem ini menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin bercocok tanam tetapi memiliki keterbatasan lahan.

Hidroponik pada dasarnya menggunakan air sebagai media utama untuk menyediakan nutrisi bagi tanaman. Dengan sistem dan peralatan yang sesuai, tanaman dapat tumbuh tanpa membutuhkan lahan tanah yang luas.

Namun, bukan berarti hidroponik selalu harus menggunakan peralatan mahal. Untuk tahap belajar, kita dapat mencoba sistem sederhana menggunakan wadah bekas dan bahan yang mudah ditemukan.

Yang penting adalah memahami kebutuhan dasar tanaman, seperti air, nutrisi, cahaya, dan sirkulasi udara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4