Jandris_Sky
Jandris_Sky Mahasiswa

Kompasianer Terpopuler 2024 - 2025 Kompasiana Award Pelestari 2025

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Urban Farming Tak Harus Punya Lahan Luas, Benarkah?

29 Agustus 2026   22:11 Diperbarui: 29 Agustus 2026   22:11 406 20 4

Urban Farming Bukan Sekadar Menghasilkan Sayuran

Menariknya, urban farming bukan hanya soal mendapatkan hasil panen. Ada manfaat lain yang sering kali tidak disadari.

Kegiatan menanam dapat menjadi aktivitas positif di tengah kesibukan masyarakat perkotaan. Merawat tanaman, menyiram, melihat pertumbuhan daun baru, hingga memanen hasilnya bisa memberikan kepuasan tersendiri.

Urban farming juga dapat membantu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Ketika kita mulai menanam sendiri, kita menjadi lebih memahami proses panjang yang dibutuhkan untuk menghasilkan bahan pangan.

Selain itu, hasil panen dari kebun rumah dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur. Memetik cabai, kangkung, atau daun bawang dari halaman sendiri tentu memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan sekadar membelinya di pasar.

Mulai dari yang Paling Sederhana

Kalau selama ini kita berpikir bahwa urban farming membutuhkan halaman luas, mungkin sudah saatnya mengubah cara pandang tersebut.

Tidak perlu menunggu memiliki rumah dengan halaman besar. Tidak perlu menunggu mempunyai peralatan lengkap. Bahkan satu pot tanaman pun sebenarnya sudah menjadi langkah awal.

Cobalah mulai dengan tanaman yang mudah dirawat. Gunakan wadah yang tersedia di rumah dan manfaatkan ruang kosong secara kreatif.

Dari satu pot bisa berkembang menjadi beberapa pot. Dari beberapa pot bisa menjadi kebun mini. Bahkan, bukan tidak mungkin kebun kecil tersebut kemudian menghasilkan sayuran untuk keluarga.

Jadi, urban farming tidak harus membutuhkan lahan yang luas. Kunci utamanya adalah kreativitas, kemauan, dan konsistensi. Di tengah keterbatasan ruang perkotaan, kita tetap bisa menghadirkan sedikit warna hijau sekaligus menghasilkan pangan dari rumah sendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4